Trauma Healing Sangat Dibutuhkan Anak-anak Korban Tsunami Banten

Mereka kehilangan rumah, harta benda, dan juga saudara serta orangtuanya.

Mutia Nugraheni
| 27 Desember 2018 14:13

Dream - Hantaman air laut tiba-tiba datang di kawasan Banten, Jawa Barat pada 22 Desember 2018 lalu. Aliran tsunami yang begitu kencang menghancurkan rumah-rumah warga di sekitar. Ratusan nyawa menjadi korban dan masih banyak korban hilang.

Bencana ini tentunya menimbulkan trauma mendalam terutama bagi anak-anak. Mereka kehilangan rumah, harta benda, dan juga saudara serta orangtuanya.

Demi mengurangi trauma yang dirasakan anak-anak di Banten, tim dari Mobile Qur’an (MoQu) PPPA Daarul Qur’an menggelar aksi trauma healing pada Rabu, 26 Desember 2018 di SDN Kertajaya 2, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

" Acara dongeng ceria bersama 30 anak. Sedangkan di Posko SDN Kertajaya 2 tercatat ada 29 KK," ucap Shalip, trainer MoQu, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.

 Trauma Healing Moqu

Saat trauma healing digelar, hujan turun sepanjang hari. Hal tersebut membuat anak-anak hanya dapat mengurung diri dan bermain di dalam kelas. Berlarian hingga kejar-kejaran, sebagai pengganti rasa takut yang masih saja menghantui.

" MoQu memotivasi anak-anak pengungsi dengan cerita menarik dan menghibur. Namun tetap tersirat makna untuk tetap bersyukur kepada Allah walaupun dalam segala kondisi," kata Kak Aliph, begitu panggilan akrabnya.

Ia juga mengungkap anak-anak sangat bergembira mendengarkan cerita dari tim MoQu. Para tim trauma healing membacakan cerita dongeng serta membuat permainan seru.

" Mereka sangat senang. Bisa tersenyum dan tertawa lepas. Asyik mendengarkan cerita. Harapannya dengan itu bisa sedikit mengurangi trauma mereka yang beberapa hari ini mengungsi," ujarnya.

#PhoneChallenge - Fatin Shidqia Terakhir Kali Telepon..

Jangan Lewatkan