Terkuak, Ini Pemicu Utama Anak Merasa Bahagia

Anak-anak ternyata akan merasa lebih bahagia, jika...

Mutia
| 30 Oktober 2017 13:57

Dream - Hal apa yang membuat anak merasa bahagia? Ternyata bukan mainan mahal atau liburan ke luar negeri. Anak-anak ternyata akan merasa lebih bahagia, jika tidurnya cukup dan berkualitas.

Fakta tersebut terungkap dari sebuah survei dilakukan University of Melbourne dan program TV Behind the News pada tahun 2017 ini dengan melibatkan 47.000 anak. Ternyata dari hasil survei diketahui kalau tidur merupakan faktor penting dalam hal menentukan kebahagiaan anak.

Memiliki waktu tidur yang cukup akan membuat anak merasa dua kali lebih bahagia dibanding dengan anak yang kekurangan waktu tidurnya. Tidur yang berkualitas juga akan membuat
anak merasa nyaman, fit, aktif dan mudah menerima pelajaran.

Dari hasil survei juga terungkap, anak yang memiliki kualitas tidur yang buruk cenderung akan merasa kelelahan, tak semangat, sulit menerima pelajaran dan sangat sensitif. Emosinya pun
jadi cenderung tak stabil dan sulit merasa bahagia.

Terkait kualitas tidur ini memang dipengaruhi banyak hal. Seperti kondisi keluarga, kenyamanan rumah dan faktor lainnya. Tidur berkualitas sangat dibutuhkan anak bukan hanya untuk mengembalikan kondisi fisik dan mengoptimalkan pertumbuhannya. Tapi juga membuatnya terlepas dari stres dan menstabilkan emosinya.

Selain tidur, ada beberapa hal yang juga mempengarui kebahagiaan seorang anak, seperti keluarga, teman, musik, dan olahraga. Anak kecil yang sering berinteraksi kepada keluarganya,
sering membaca, melukis, dan beraktivitas cenderung merasa bahagia.

Aktivitas seperti masak-memasak berhubungan dengan kebahagiaan seorang anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki cenderung merasa bahagia apabila bermain game dan berolahraga. Hewan peliharaan juga dapat memberikan rasa bahagia kepada anak di berbagai umur.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur anak?

Menyediakan rasa aman kepada anak
Anak yang merasa aman cenderung memiliki ikatan yang kuat dengan orang tuanya. Temukan cara jitu untuk berinteraksi dengan anak. Habiskan waktu bersama dengan melakukan
aktvitas menyenangkan. Segera benahi konflik bila terjadi. Banyak anak merasa resah di malam hari ketika orangtua memarahi mereka sebelumnya atau di rumah orangtua selalu bertengkar.

Buat jadwal tidur yang rutin
Atur waktu yang konsisten bagi anak untuk tidur. Rutinitas dapat membentuk kedisiplinan anak. Mereka akan tahu bagaimana rutinitas tidur mereka, mulai dari makan malam, menyikat
gigi, membaca buku, hingga tidur. Rutinitas ini akan mengurangi rasa gelisah anak dan memberi rasa aman.

Olahraga rutin
Menggerakan tubuh merupakan kunci untuk membuat anak mudah tertidur. Seluruh energi akan digunakan ketika bergerak. Setelah itu mereka akan tidur lebih nyenyak dan berkualitas.

Kurangi penggunaan gadget dua jam sebelum tidur
Anak seringkali terpapar cahaya dari layar gadget. Cahaya ini disebut dengan sinar biru (bluelight) yang mampu mencegah produksi melatonin. Produksi melatonin sangat diperlukan untuk tidur dalam waktu yang tepat. Untuk itu, jauhi anak dari paparan sinar gadget selama dua jam sebelum waktu tidurnya.

Laporan Annisa Mutiara

Sumber: Parents

 

Topik Terkait :

Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Tebal Kelabu

Jangan Lewatkan