Terkena Tumpahan Gumoh Bayi, Apakah Termasuk Najis?

Menurut ulama Syafiiyah, makanan atau cairan yang keluar dari lambung atau muntah dihukumi najis, tapi..

Mutia Nugraheni
| 23 November 2020 08:03

Dream - Bayi terutama yang baru lahir, katup lambungnya belum berkembang sempurnah. Hal ini membuat mereka setelah minum susu kerap mengeluarkannya lagi atau biasa dikenal dengan gumoh.

Bayi yang gumoh bisa sampai usia 5 bulan. Para orangtua baru, biasanya baju atau kerudungnya terkena gumoh bayi saat digendong. Nah, saat ingin salat apakah kita harus segera ganti baju dan mensucikan diri jika terkena gumoh?

Dikutip dari BincangSyariah, dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa semua makanan atau cairan yang keluar dari lambung ke mulut melalui kerongkongan disebut dengan qoi’ atau biasa diterjemahkan dengan muntah. Menurut ulama Syafiiyah, makanan atau cairan yang keluar dari lambung atau muntah dihukumi najis, meskipun makanan atau cairan tersebut belum berubah bentuk dan warnanya.

Sementara jika belum sampai pada lambung dan kemudian keluar lagi ke mulut melalui kerongkongan, maka tetap dinilai suci. Tidak dihukumi najis dan tidak pula dihukumi barang yang terkena najis atau mutanajjis.

Oleh karena itu, gumoh pada bayi perlu untuk dikaji terlebih dahulu. Jika cairan ASI atau susu formula sudah sampai pada lambung bayi, dan kemudian keluar lagi, maka hal itu dihukumi najis, meskipun cairan tersebut belum berubah bentuk dan warnanya.

Jika belum sampai pada lambung bayi, dan kemudian keluar lagi, maka dihukumi suci, tidak najis ataupun mutanajjis.

 

Selanjutnya :

Penjelasan di Kitab Fathul Muin

Topik Terkait :

Cara Mengatasi Hoax Covid-19 Di Media Sosial

Jangan Lewatkan