Temani Istri Kontraksi 15 Jam, Tangis Omesh Pecah

Pembawa acara Indonesia Mencari Bakat itu menceritakan proses panjang sang istri melahirkan anak keduanya.

Gladys Velonia
| 15 Mei 2017 16:27

Dream - Setiap anak memiliki ceritanya sendiri ketika dilahirkan. Seperti cerita haru proses persalinan Btari Langit Anandayu, anak kedua dari Ananda Omesh dan Dian Ayu. Pembawa acara Indonesia Mencari Bakat itu menceritakan proses panjang sang istri melahirkan anak kedua mereka.

" Jam 11 hampir setengah 12 malam di tanggal 12, saya baru pulang kerja mau bersih-bersih. Dari siang dia udah ngeluh kontraksi. Tapi sebelumnya pernah kontraksi juga, cuma pas dibawa
ke dokter ternyata palsu. Jadi yang ini lebih santai," ujar Omesh ditemui di RSIA Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 15 Mei 2017.

Namun, sekitar jam 2 atau 3 pagi, Dian baru pembukaan 2. Akhirnya ditunggu sampai jam 12 siang untuk melihat apakah pembukaan sudah bertambah atau belum.

" Karena kalau normal itu mesti sampai bukaan 10, nah di jam 12 siang masih bukaan 2 juga. Air terus keluar tapi bukaan sedikit. Takut bayinya kenapa-knapa karena airnya keluar terus,"
ujar Dian.

Tim dokter yang menanganinya pun membuat keputusan pada jam 14.00 WIB pada 13 Mei untuk memberikan akselerasi persalinan. Proses akselerasi persalinan yaitu merangsang uterus pada proses persalinan untuk meningkatkan frekuensi, durasi dan kekuatan kontraksi.

" Kata dokter reaksinya kurang lebih 2-3 jam kemudian. Baru mau setengah jam, sekitar 20 menitan, udah bereaksi. Kontraksinya berkali-kali lipat lebih parah daripada kontraksi biasanya,"
lanjut Dian mengenang perjuangannya

Tepat 15 jam terhitung dari Dian Ayu Lestari dibawa ke RSIA Kemang, anak kedua mereka yang berjenis kelamin laki-laki lahir dalam keadaan sehat. Lahir pada 13 Mei, sekitar pukul 15.00 WIB dengan panjang 49cm dan berat 3,1 kg.

" Saya yang nangis masa. Karena istri mungkin sudah lupa mau nangis saking sakitnya. Saya pelukin, saya ciumin, jadi makin sayang sama istri lihat perjuangannya dia," ujar pemilik
nama asli Ananda Rusdiana itu penuh haru.

 

Dukung Penanganan Covid-19, Rachel Vennya Malah Terancam 1 Tahun Penjara

Jangan Lewatkan