Tantangan Mengerikan '48 Hours Missing' di Kalangan Remaja

Tantangan yang mengharuskan anak menghilang ini sedang ramai di Facebook.

Mutia Nugraheni
| 1 November 2017 12:04

Dream - Sikap anak remaja memang penuh dengan rasa ingin tahu, penasaran, dan suka sekali dengan tantangan. Permainan tantangan di sosial media pun ramai dilakukan oleh para remaja. Dari yang bersifat seru hingga mematikan.

Sebelumnya mungkin Anda pernah mendengar skip challenge yang menekan dada, lalu eraser challenge yang melukai kulit. Ada juga blue whale challenge yang malah lebih parah, yaitu
meminta pemainnya bunuh diri.

Kini sebuah permainan tantangan kembali jadi tren dan ramai di Facebook, yaitu " 48 Hours Missing" . Tantangan ini ramai jadi perbincangan di Inggris. Para orangtua anak-anak usia 10
hingga 12 tahun melaporkan kasus kehilangan anak selama 2 hari atau 48 jam.

Seperti pengalaman kasus hilangnya Leah Taylor (11) yang dilaporkan tak pulang ke rumah setelah sekolah. Leah ditemukan selamat keesokan harinya. Pihak keluarga curiga anaknya
mengikuti tantangan " 48 Hours Missing" di Facebook.

" Leah ditemukan pada pukul 17.00 keesokan harinya. Ia memutuskan untuk melarikan diri dari sekolah dengan temannya. Ia mengaku tak tahu tantangan tersebut tapi aku merasa Leah
berbohong dan takut untuk berkata jujur," ujar Lynn Weatheril, nenek dari Leah, seperti dikutip dari Unilad.

Tantangan ini ternyata sedang tren di kalangan anak remaja di Inggris. Pihak kepolisian setempat mengungkap kalau banyak kasus orangtua yang melaporkan kehilangan anaknya tiba-tiba namun kemudian 2 hari setelahnya sang anak muncul di rumah.

" Ini permainan yang 'sakit' yang membuat anak terlibat sangat jauh, yaitu memicu remaja untuk hilang dua hari, membuat orangtua panik, kemudia mereka mendapat skor yang tinggi.
Orangtua harus waspada dan menjelaskan pada anak, efek mengerikan mereka pergi dari rumah, hal paling fatal bisa terjadi," ujar Larry McKinnon, juru bicara dari Hillsborough County
Sheriff.

Tantangan " 48 Hours Missing" ini berupa uji nyali anak-anak untuk pergi dari rumah selama 48 jam. Meninggalkan rumah begitu saja tanpa kabar apa pun. Mereka bisa bersembunyi di
mana saja sampai ada 'kehebohan' di media sosial, seperti Facebook yang mencari keberadaannya.

Jika orangtua panik, hingga memanggil polisi dan berita kehilanga menyebar secara viral di sosial media, maka anak-anak tersebut mendapat skor yang tinggi. Kabarnya, setelah berhasil
melewati " 48 Hours Missing" , anak-anak akan mendapat tantangan yang lebih besar yaitu " One Week Missing" atau menghilang selama 1 minggu.

Untuk itu mulai sekarang perhatikan status dan postingan putra-putri Anda di media sosial. Jangan sampai mereka terpengaruh dan mengikuti tantangan berbahaya tersebut yang bisa
berakibat fatal.

Sumber: Unilad/ Telegraph

 

Topik Terkait :

Lawan Covid-19, Saring Sebelum Sharing Informasi Melalui Ruang Digital

Jangan Lewatkan