Tak Perlu Takut Membiarkan Buah Hati Mengambil Risiko

Bakal mengasah kepekaan anak dalam menilai sebuah situasi.

Mutia Nugraheni
| 12 Maret 2019 10:07

Dream - Banyak orangtua berusaha keras untuk memastikan anak-anak mereka mengambil jalan yang aman. Berusaha melindungi mereka dari perasaan terluka, celaka, dan bahkan kegagalan.

Tanpa disadari, hal tersebut justru bukan melindunginya tapi malah melemahkannya. Akibatnya, anak-anak menjadi terlalu berhati-hati dan selalu dipenuhi rasa cemas.

" Kita harus berhenti memanjakan anak-anak kita. Meskipun mungkin membuat kita merasa lebih baik sebagai orangtua. Sikap berlebihan dalam melindunginya justru memicu level kecemasan yang tinggi pada anak," kata Rebecca Weingarten, seorang dokter spesialis tumbuh kembang anak, seperti dikutip dari Todays Parent.

Rebecca justru meminta para orangtua dan pendidik untuk membiarkan anak-anak mengambil risiko. Ini seperti mengasah kepekaan anak dalam menilai sebuah situasi yang akan sangat bermanfaat bagi perkembangan psikologisnya.

" Insiden jatuh saat naik sepeda, gagal dalam sebuah ujian atau hal lain yang mengecewakan bakal mengajarkan anak banyak hal. Memang rasanya menyedihkan, tapi harus dilihat secara jangka panjang kalau itu merupakan pelajaran yang tak didapatkannya di sekolah," ungkap Rebecca.

Misalnya biarkan si kecil memanjat pohon, tak perlu menakutinya akan terjatuh, cukup awasi dari jauh. Atau, tak ada salahnya mendaftarkan anak pada sebuah kompetisi. Menang atau kalah, setidaknya pengalaman berkompetisi akan jadi pelajaran berharga untuknya.

" Justru anak akan lebih kuat mental jika ia pernah gagal dan lalu bangkit menghadapinya," pesan Rebecca.

Topik Terkait :

Hilda Vitria Menangis Usai Sidang Kris Hatta

Jangan Lewatkan