Tak Perlu Malu Bilang Tak Ada Uang Pada Anak, Alasannya...

Pola asuh orangtua akan sangat mempengaruhi cara pandang anak terkait keuangan.

Mutia Nugraheni
| 20 September 2017 16:06

Dream - Mengelola keuangan bukanlah perkara yang mudah. Banyak orangtua yang hanya memberikan uang jajan pada anak, namun tidak dibekali dengan cara mengelolanya.

Padahal, berbicara perihal keuangan sudah bisa dilakukan pada anak, bahkan sejak di bangku taman kanak-kanak.

Tara de Thouars, seorang psikolog, mengungkap kalau pola asuh orangtua akan sangat mempengaruhi cara pandang anak terkait keuangan. Untuk itu menyarankan para orangtua agar, mengajari soal mengelola uang sejak anak sedini mungkin dengan arahan yang tepat.

" Orangtua berperan dalam memberi guide pada anak. Anak memang bereksplorasi sendiri, namun apabila tanpa guide, anak justru akan kehilangan arah, terutama soal keuangan," ujar Tara saat ditemui di acara Bicara Uang yang digelar Bank Permata, Selasa 19 September 2017 kemarin.

Lalu, bagaimana agar anak lebih menghargai dan memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola uang?

- Perkenalkan anak dengan dunia keuangan
Bukalah pembicaraan soal keuangan. Awali dengan pertanyaan, agar Anda tahu seberapa jauh anak ingin tahu seputar keuangan, dan sudah seberapa kompleks pemahaman anak dalam hal
keuangan.

- Tentukan jumlah uang jajan anak
Berapapun nominal uang jajan yang diberikan, semuanya bergantung pada kondisi finansial keluarga. Namun, tetap pastikan uang tersebut tidak kurang atau berlebihan. Untuk makanan,
sebaiknya membawa dari rumah. Uang jajan tersebut untuk membeli keperluan yang dibutuhkan anak yang nanti sisanya bisa ditabung.

 Tabungan anak

- Edukasi mesin ATM
Tanamkan pada anak, bahwa ATM bukanlah semata-mata mesin ajaib yang dapat mengeluarkan uang kapan pun kita mau. Jelaskan pada anak, bahwa isi ATM bergantung pada jumlah tabungan dan uang yang kita kumpulkan melalui bekerja setiap hari.

- Kurangi sifat gengsi
Jangan malu untuk bilang kalau Anda sedang tidak punya uang. Bila anak merengek minta dibelikan suatu barang, lebih baik dijelaskan alasan mengapa Anda belum bisa membelikan barang tersebut.

- Beri contoh pada anak
Anak akan cenderung konsumtif apabila orang tuanya memiliki gaya hidup hedonisme. Anak tak akan bisa berhemat, kalau orangtua sendiri sering pulang dengan membawa banyak barang
belanja yang sebenarnya bukan kebutuhan penting.

Tak ada kata tabu untuk mendiskusikan uang bersama anak. Semuanya akan terlambat, apabila perilaku keuangan mereka sudah merugikan sang anak dan juga orang di sekitarnya.

Mungkin, Anda dan keluarga sedang berada di kondisi finansial yang stabil. Namun jika kondisi keuangan sedang menurun maka anak siap mental dan tahu apa yang harus dilakukan.

 

Laporan Annisa Mutiara

 

Topik Terkait :

Protokol Kesehatan Tetap Harus Dipatuhi Meski Vaksin Sudah Resmi Edar

Jangan Lewatkan