Sindikat Perdagangan Anak Incar Anak-anak Pengungsi Palu

Modus yang digunakan adalah mengaku-ngaku sebagai keluarga korban di pengungsian.

Mutia
| 4 Oktober 2018 16:12

Dream - Kondisi rumah porak poranda, orangtua tak ada kabarnya, tinggal di pengungsian dengan banyak orang dari berbagai daerah yang tak dikenal. Hal ini tentu sangat menakutkan dan membuat anak-anak mengalami guncangan psikologis.

Dalam kondisi demikian, mereka sangat rentan terperdaya oleh oknum sindikat perdagangan anak. Dikutip dari KabarMakkasar.com, sindikat perdagangan anak di Kota Makassar mulai mengincar anak-anak korban gempa Palu dan Donggala.

Modus yang digunakan adalah mengaku-ngaku sebagai keluarga korban di pengungsian. Seperti temuan kasus yang belum lama terjadi di pengungsian korban gempa Palu di Makassar.

Awalnya seorang bocah berusia enam tahun tiba di Kota Makassar setelah menumpang pesawat Hercules dari Palu. Sang anak dikabarkan terpisah dari orang tuanya di Palu, dan entah kenapa ia ikut rombongan pengungsi pada tanggal 29 September ke Makassar, sehari pasca-tsunami.

Di Makassar, sang anak yang ditampung di kamp pengungsi sementara mengalami trauma dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit. Saat dirawat inilah, datang seseorang yang mengaku keluarga sang anak.

" Dia hampir saja dibawa oleh seseorang yang mengaku keluarganya," kata seseorang relawan.

Selanjutnya :

Trauma Mendalam

Museum NU di Surabaya Dijadikan Posko Prabowo-Sandi?

Jangan Lewatkan