Sikap Orangtua yang Bisa Jadi 'Racun' Bagi Anak

Orangtua dapat melakukan kebiasaan 'beracun' bagi anak-anaknya meski rumah tangga utuh.

Mutia Nugraheni
| 8 Februari 2021 08:02

Dream – Orang sering berbicara tentang disfungsional pada pasangan yang bercerai atau berpisah yang menyakiti anak-anak. Nyatanya tak demikian, pasangan orangtua yang bersama juga bisa bisa menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi anak.

Orangtua dapat melakukan kebiasaan 'beracun' bagi anak-anaknya meski rumah tangga utuh. Cara pasangan berkomunikasi, memperlakukan satu sama lain, dan bekerja sama dapat meningkatkan atau menurunkan kualitas hidup anak.

" Orang tua yang menunjukkan rasa saling menghormati, kerja sama, dan dorongan mengajarkan keterampilan hubungan yang sehat kepada anak-anak. Pasangan yang menunjukkan perilaku toxic atau beracun akan mengirim pesan yang salah pada anak tentang cinta dan kehidupan," kata Amy Morin, seorang pakar pengasuhan anak dikutip dari Verywell.

Seperti apa sikap orangtua yang tanpa disadari kerap menjadi toxic bagi anak-anak?

1. Saling menjatuhkan di depan anak
Alih-alih bekerja sama satu sama lain, beberapa orangtua berperilaku seolah-olah mereka sedang bersaing. Seperti coba membuktikan siapa yang paling sering bangun di pagi hari, atau siapa yang bisa membersihkan rumah paling cepat, padahal hal tersebut dapat merusak hubungan. Karena orangtua akan memberikan kesan yang tidak kompak dalam keluarga, padahal keluarga adalah sebuah team untuk bekerja sama, dan tidak berlomba-lomba untuk merasa unggul dibandingkan pasangan.

 

Selanjutnya :

2. Selalu membandingkan

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan