Sikap Orangtua Ini Seringkali 'Meracuni' Kepribadian Anak

Sebagai orangtua kita seringkali melakukan kesalahan dalam mengasuh, tapi usahakan untuk menghindari sikap-sikap berikut.

Mutia
| 11 Juli 2017 14:08

Dream - Banyak orang berpendapat pekerjaan paling sulit di dunia adalah menjadi orangtua. Tak ada sekolah formal untuk ayah dan ibu agar menjadi orangtua yang baik. Anak-anak pun ada kalanya jadi penurut, namun seringkali juga melawan.

Gaya pengasuhan orangtua jadi penentu utama pembentukan kepribadian anak. Ada yang sangat ketat dan mengendalikan setiap aspek kehidupan anak. Ada juga yang melepas anak begitu saja, membiarkannya membuat keputusan dan merasakan kesalahannya sendiri.

Beda gaya pengasuhan, tapi satu yang pasti semua orangtua ingin melakukan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Sebagai orangtua kita seringkali melakukan kesalahan dalam mengasuh, tapi usahakan untuk menghindari sikap-sikap berikut. Efeknya, bisa 'meracuni' kepribadian anak

Mengkritik apapun yang dilakukannya
Melontarkan kritikan memang kadang dibutuhkan, tapi jangan sampai tiap hal yang dilakukan anak selalu salah di mata Anda. Keinginan Anda dan anak seringkali berbeda, kritikan yang menjatuhkan hanya akan membuat kepercayaan dirinya menurun.

Biarkan anak membuat keputusan sendiri, jika memang ada kesalahan dia akan belajar dari hal tersebut. Daripada memberi kritik terus menerus lebih baik buka percakapan penuh diskusi dengan argumen yang baik. Hal ini akan memancing pemikiran kritis anak.

Terus memintanya untuk menghormati orangtua
Sikap orangtua yang seakan anak punya utang budi begitu banyak juga jadi hal yang sangat miris. Melontarkan kalimat meminta dihormati, balas budi dengan prestasi atau hal demikian justru membuat anak seakan jadi pribadi yang hanya dinilai rendah.

Ingatlah, anak bukan minta dilahirkan. Jadi bersikaplah penuh cinta dan kasih sayang padanya. Ajarkan norma dan kesopanan terus menerus. Tanpa perlu diminta, anak akan menghormati dan mencintai Anda tanpa pamrih.

Selalu menjadikannya pusat segala aktivitas
Opini dan kesukaan anak selalu dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan. Misalnya saat ingin liburan atau makan di luar, maka keputusan yang dibuat hanya mengikuti keinginan anak. Memang kadang kenyamanan mereka harus jadi pertimbangan. Tapi anak-anak juga penting untuk diajarkan tidak egois dan berempati akan kebutuhan orang lain. Dalam hal ini kebutuhan orangtua atau saudara-saudaranya.

Sumber: Quarters

Baca Juga : Pencipta Iphone Ini Miris dengan Kecanduan Anak Pada Gadget Ide 'Staycation' Seru Bareng Buah Hati Memberi Hukuman dengan Mengucilkan, Efektifkah? Sekolah Egalia, Tak Bedakan Murid dengan Gender Keterampilan Hidup yang Harus Diajarkan Segera Pada Si Kecil

Topik Terkait :

Unik, 7 kota ini jadi terkenal di penjuru dunia

Jangan Lewatkan