Si Kecil Sulit Kembali Tenang Setelah Tantrum, Ini Sebabnya

Kondisi ini seringkali membuat orangtua kebingungan dan panik

Mutia Nugraheni
| 20 Januari 2021 08:05

Kerja Otak

Cara kerja otak manusia secara kasar dapat dibagi menjadi aspek emosional dan rasional. Aspek emosional lebih primitif dan instingtual. Aspek rasional membantu kita merencanakan, berpikir sebelum bertindak, membuat keputusan moral, dan melihat sesuatu dari perspektif lain.

Selama tantrum, bagian emosional dan impulsif mengambil alih diri anak. Kondisi ini membuat bagian rasional dan logis kesulitan untuk menyeimbangkannya. Otak anak yang masih dalam tahap perkembangan sulit mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang lain.

Apalagi untuk menenangkan diri sendiri. Bagian rasional pada dasarnya tertutup selama anak tantrum, makanya sulit untuk mengajak anak menggunakan nalar saat hal itu terjadi.

Selain itu, biasanya anak punya alasan sendiri saat mengalami tantrum. Umumnya mereka tantrum karena tak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal ini kemudian membuat emosi mengambil alih diri mereka. Untuk anak-anak usia 1 hingga 2 tahun, tantrum akan terasa lebih sulit untuk diatasi.

Pada usia tersebut, anak biasanya belum bisa berkomunikasi dengan jelas. Sehingga mereka sering tak bisa memberi tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Sementara pada balita dengan usia yang lebih tua, biasanya mereka sebenarnya tahu apa yang mereka inginkan dan tahu cara mengungkapkannya.

Saat dihadapkan pada kenyataan bahwa tak bisa mendapatkannya, kebanyakan akan merasa kesal dan ingin menunjukkan kekuatan mereka dengan mengamuk. Selengkapnya baca di Diadona.id

 

Selanjutnya :

Bantu Anak Mengelola Emosi dengan Baik, Bagaimana Caranya?

Puasa Pertama Atta Bareng Aurel: Baju Baru Plus Disuapi

Jangan Lewatkan