Sering Dikira Bersikap Nakal, Padahal Ini yang Dialami Anak

Jika menghadapi sikap anak yang tak terkontrol, jangan sekalipun mencap-nya sebagai anak nakal.

Mutia
| 8 Agustus 2018 12:10

Dream - Menghadapi sikap anak-anak usia balita memang butuh kesabaraan dan kepekaan yang ekstra. Mereka bisa tertawa girang saat bermain lalu tiba-tiba merengek dan menangis tak terkendali.

Sebagai orangtua saat anak bersikap demikian, biasanya cenderung bingung dan stres. Jika menghadapi sikap anak yang tak terkontrol, jangan sekalipun mencap-nya sebagai anak nakal.

Mungkin sikapnya memang tak terkendali, namun ada fakta lain di balik sikapnya tersebut. Yuk, cari tahu.

1. Mereka tidak bisa mengendalikan dorongannya.
Pernah berkata kepada anak Anda, " Jangan lempar itu!" dan mereka membuangnya? Penelitian menunjukkan bahwa daerah otak yang bekerja dalam hal pengendalian diri belum matang saat lahir dan belum dewasa sepenuhnya sampai akhir masa remaja. Ini menjelaskan mengapa mengembangkan kontrol diri adalah proses yang panjang dan lambat.

2. Stimulasi berlebihan
Mengajak anak-anak bermain di playground atau taman, lalu pergi ke rumah kerabat kemudian bermain lagi, bertemu banyak orang. Jangan heran kalau anak menjadi sangat kelelahan dan menjadi rewel.

Kondisi tersebut merupakan overstimulation. Biasanya si kecil akan merasa lelah tapi ingin bermain dan mengantuk. Ia pun jadi malas makan. Tidur pun jadi sulit dan akhirnya menangis tak terkendali.

3. Kebutuhan fisik anak-anak mempengaruhi suasana hati
Kondisi psikologis anaka sangat dipengaruhi oleh kebutuhan fisiknya. Misalnya saat anak lapar atau haus, ia akan jadi sangat mudah menangis dan rewel. Begitu pun ketika tubuhnya kelelahan atau mengantuk. Anak belum tahu dan bisa memberi tahu kebutuhannya. Sehingga, ia pun mengamuk dan menangis. Orangtua harus lebih peka dengan keadaan ini.

Sumber: UpWorthy

Topik Terkait :

Hoaks Teror Bom di Reuni 212

Jangan Lewatkan