Semangat Mengaji Anak-anak Sigi di Pengungsian

Tinggal di pengungsian, mereka tetap rajin mengaji.

Muhammad Ilman Nafi'an
| 29 Oktober 2018 12:11

Dream - Bismillahirrahmanirrahim. Kalimat pembuka dalam membaca Alquran itu terdengar selepas salat Magrib di pengungsian yang berada di Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Suara mengaji itu bersumber dari mushola darurat yang dibangun oleh relawan. Kebanyakan dari yang mengaji itu anak-anak. Mereka tak sendiri, ada beberapa ustaz yang berada di musholla untuk membangun anak-anak mengaji.

Satu persatu mereka menyetor surat-surat pendek untuk dibaca di hadapan ustaz. Ada yang lancar membacanya, ada juga yang perlu diulang beberapa kali oleh ustaz. Salah satunya, Ayra Ladiesetyo Simbara Ananda mengaku selalu semangat mengaji meski di tenda pengungsian.

" Saya sejak awal gempa sudah di sini dan mengaji," kata Ayra saat berbincang dengan Dream, Minggu 28 Oktober 2018.

Wajahnya berseri ketika ditanyakan sudah berapa surat yang dihafal. " Aku sudah hafal sepuluh surat. Boleh dites," ucap dia dengan percaya diri.

Sebelum dites, Ayra langsung membaca surat An Nas dengan lantang. Bacaan tajwidnya pun cukup bagus, seperti panjang pendeknya. Tapi masih lemah di tanda baca gunnah.

Selain Ayra, ada juga Putri Agustina juga ikut mengaji. Anak-anak yang penuh semangat itu sebelum tinggal di pengungsian memang rutin mengaji setiap malam.

" Memang kami selalu mengaji sebelum ada gempa juga," ujar Putri.

Anak-anak ini baru bertemu di pengungsian. Bencana yang mempertemuka mereka. Meski demikian tak ada rasa sungkan saling bersenda gurau satu sama lain. Selepas mengaji, mereka menyempatkan bermain sambil menunggu waktu salat Isya.

Topik Terkait :

Fimela with Barry X iStyle | Iftar Makeup Look Tutorial

Jangan Lewatkan