Selain Vaksin Covid-19, IDAI Anjurkan Tunda Dulu Vaksin Lain untuk Anak

Periksa buku vaksin anak, setelah PPKM segera lakukan vaksinasi lanjutan.

Mutia Nugraheni
| 9 Juli 2021 08:03

Dream - Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali sejak 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. Sebisa mungkin tetap di rumah saja terutama anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan sampai merekomendasikan untuk menunda vaksinasi pada dan hindari mengunjungi fasilitas kesehatan jika kondisi tak mendesak. Lewat surat resmi yang diunggah di www.idai.or.id, diimbau agar imunisasi rutin di daerah PPKM Darurat sebaiknya ditunda selama 3 minggu.

Penundaan dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021. Imunisasi pada bayi baru lahir yaitu Hepatitis B dan polio dosis pertama tetap diberikan.

" Selama pelayanan imunisasi di daerah PPKM Darurat ditunda, sebaiknya orangtua memeriksa kelengkapan status imunisasi anak di Buku KIA (buku kesehatan ibu dan anak) dan mencatat imunisasi yang tidak dapat diberikan selama masa PPKM Darurat, kemudian segera dilengkapi setelah kondisi memungkinkan," tulis IDAI dalam keterangan resminya.

Pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk usia 12-17 tahun harus tetap berlangsung sesuai aturan. Lalu pelaksanaan pelayanan imunisasi di daerah yang tidak termasuk PPKM Darurat sebaiknya tetap berlangsung dengan protokol kesehatan ketat.

" Ikatan Dokter Anak Indonesia menganjurkan agar anak tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak seperti masalah kesehatan serius. Selama masa PPKM Darurat maupun setelahnya, patuhi protokol kesehatan dengan ketat. Semoga kita semua selamat melewati pandemi ini," pesan Profesor Aman Pulungan, ketua IDAI.

Selanjutnya :

Ketua IDAI Menangis Ungkap Kematian Anak Akibat Covid-19 Pekan Ini

Sosok Calon Suami Putri Tanjung Dengan Segudang Prestasi

Jangan Lewatkan