Sekolah Tatap Muka Terbatas Mulai Dilakukan, Ini Saran Psikiater

Kondisi sekolah tak sama seperti sebelumnya.

Mutia Nugraheni
| 7 April 2021 15:09

Dream - Sudah satu tahun anak-anak belajar dari rumah. Pandemi mau tak mau mengubah kondisi psikologis anak. Terutama mereka yang pernah tertular Covid-19, atau kehilangan saudara, bahkan orangtua karena virus tersebut.

Begitu juga anak yang sudah terbiasa belajar di rumah dan kembali ke sekolah dan harus melakukan adaptasi ulang. Seperti kita tahu belajar tatap muka di sekolah secara terbatas sangat berbeda dengan model sekolah sebelumnya.

Para pelajar akan dibatasi jumlahnya dalam kelas. Anak pun tak bisa bebas bermain dengan temannya, karena harus menjaga jarak. Kantin tak dibuka, tak ada jam makan bersama, serta jam belajar jadi lebih singkat. Kondisi dibuat sedemikian rupa dengan penuh kehati-hatian demi mengurangi risiko penular Covid-19 di sekolah.

Hal tersebut tentunya bisa menimbulkan masalah kecemasan pada anak. Bisa jadi anak merasa takut tertular, serba salah atau mungkin perasaan lelah karena harus menjaga semuanya sesuai protokol kesehatan.

 Instagram dr. Santi SpKJ

Santi Yuliani, SpKJ, seorang psikiater menjawab pertanyaan banyak orangtua bagaimana menyiapkan mental anak untuk kembali ke sekolah dalam akun Instagramnya. Menurut dr. Santi, hal pertama yang penting dilakukan adalah dengan membukan diskusi. Mulailah dengan menanyakan bagaimana perasaan anak kembali ke sekolah, apakah senang atau cemas.

 

Selanjutnya :

Pastikan Anak Bahagia

Nagita Positif hamil Anak Kedua

Jangan Lewatkan