Saat Dibacakan Buku, Otak Bayi Ternyata Bekerja Maksimal

"Bacaan itu membantu menumbuhkan percakapan antara orangtua dan anak-anak mereka".

Mutia
| 20 Mei 2017 08:13

Dream - Anda suka sekali membacakan buku untuk bayi yang bahkan belum bisa merespons dengan baik? Kebiasaan tersebut memang sebaiknya rutin dilakukan. Bayi mungkin belum bisa merespons secara reaktif atau mengerti apa yang Anda bacakan.

Tapi menurut penelitian yang dilakukan tim dari departemen pediatri di New York University, Amerika Serikat hal tersebut berdampak signifikan untuk mengembangkan kemampuan bicara dan membaca anak. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 250 ibu dan anak yang berusia 6 bulan hingga 4 tahun.

Tim peneliti memantau kebiasaan membaca para ibu untu anaknya dan memantau kemampuan berbicara anak mulai 6 bulan hingga 4 tahun. Hasilnya, anak-anak yang seringkali dibacakan cerita, buku dan diajak bercakap-cakap kemampuannya bahasanya berkembang lebih baik.

" Bacaan itu membantu menumbuhkan percakapan antara orangtua dan anak-anak mereka yang merupakan kunci dalam melatih otak anak ntuk belajar berbicara dan membaca," ujar Carolyn Cates, asisten profesor dan tim peneliti dari departemen pediatri di New York University, seperti dikutip dari Huffingtonpost.

Suara ibu terutama sangat dikenali bayi. Ketika ibu membaca dengan suara keras, bayi merekamnya dengan sangat baik dan hal itu merangsang otaknya untuk menyerap kata-kata yang diucapkan. Termasuk bagaimana intonasinya, pelafalannya dan bahasa tubuh ibu saat membaca.

" Meski bayi belum merespons bukan berarti bacaan yang kita bacakan untuknya tak bermakna. Saat mendengar bacaan tersebut terutama dari suara ibu, sebenarnya bayi sedang belajar banyak hal dan otaknya sedang bekerja secara maksimal," ujar Cates.

 

Topik Terkait :

Unik, 7 kota ini jadi terkenal di penjuru dunia

Jangan Lewatkan