Rencana Cuti Melahirkan 6 Bulan Tuai Pro Kontra

Ada yang menyebutnya akan sangat baik bagi kondisi keluarga, tapi bisa jadi sebaliknya.

Mutia Nugraheni
| 14 Juni 2022 16:12

Dream - Bagi ibu bekerja yang tengah hamil dan melahirkan, selama ini dibolehkan untuk cuti selama 3 bulan dengan gaji tetap dibayar. Hal ini dilindungi UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003.

Kini, pihak Dewan Perwakilan Rakyat baru saja Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) untuk dibahas lebih lanjut menjadi Undang-Undang (UU).

Dikutip dari Liputan6.com, ketua DPR RI Puan Maharani menyebut, RUU KIA ini dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Dalam salah satu poin rencananya adalah dengan memperpanjang masa cuti ibu melahirkan yait 6 bulan dan masa waktu istirahat 1,5 bulan untuk ibu bekerja yang mengalami keguguran.

" RUU KIA juga mengatur cuti melahirkan paling sedikit enam bulan, serta tidak boleh diberhentikan dari pekerjaan. Selain itu, ibu yang cuti hamil harus tetap memperoleh gaji dari jaminan sosial perusahaan maupun dana tanggung jawab sosial perusahaan," ujar Puan.

Pertimbangan memperpanjang cuti hingga 6 bulan bagi ibu adalah agar anak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif dengan lancar, serta pengasuhan berkualitas langsung dari ibu. Banyak yang menyambut positif rencana tersebut, tapi ada juga lebih mendesak untuk cuti lebih panjang bagi ayah.

Selanjutnya :

Cuti Bagi Ayah Diperpanjang

TRESemme Master Class : All About Beach Waves

Jangan Lewatkan