Psikolog Ingatkan Jangan Jadikan Anak 'Kuda Delman'

Masa depan anak jadi taruhannya, terutama ketika orangtua sudah tak ada.

Mutia Nugraheni
| 28 Januari 2022 12:06

Dream - Memiliki anak yang penurut, tak membantah dan selalu mengiyakan perkataan orangtua mungkin terdear sebagai sesuatu yang ideal. Tak ada bantahan, tantrum atau mengamuk, apalagi sampai adu argumentasi dengan buah hati sendiri.

Nyatanya, anak yang selalu jadi penurut tak " semanis" kenyataan. Ratih Zulhaqqi, seorang psikolog anak profesional lewat akun Instagramnya @ratihzulhaqqi mengungkap kalau membuat anak selalu menurut seperti membentuknya seperti Kuda Delman dan hal itu sangat berbahaya.

" Kuda Delman itu selalu nurut dengan arah kusir. Disuruh belok kanan iya, diperintah stop langsung berhenti. Betapa indah dunia ketika kita memiliki anak seperti ini ya. Semua ucapan kita dia ikuti tanpa jeda dan protes. Sampai-sampai ia tidak memiliki ruangan untuk menentukan apa yang mau ia lakukan," tulis Ratih.

Secara jangka panjang ketika anak kehilangan orangtuanya, kondisi tersebut bisa sangat berbahaya. Anak bisa kehilangan arah dan tak tahu apa yang harus dilakukan dalam hidupnya.

" Kuda Delman itu akan diam tidak bergerak saat kusir tidak memerintahnya. Saat tidak ada pemandu di belakangnya maka kuda delman akan berdiam diri menunggu dan menunggu sampai kusir kembali. Lagi dan lagi pasti kalau punya anak seperti ini akan membuat hidup damai karena tidak akan ada ngos-ngosan anak yang berlarian atau anak akan selalu bilang " gimana ibu aja, aku ngikut" . Sampai ia tidak punya inisiatif dan tidak bisa membuat keputusan dalam hidupnya karena tidak mandiri," ungkap Ratih.

 

Selanjutnya :

Biar Anak Tak Jadi "Kuda Delman"

Potret Rumah Orangtua Gisella Anastasia di Cimahi

Jangan Lewatkan