Pesan Gus Baha untuk Orangtua, Muliakan Anak Merupakan Adab Para Nabi

Anak adalah harapan orangtua untuk melanjutkan kalimat tauhid ke generasi selanjutnya.

Mutia Nugraheni
| 2 September 2020 10:00

Dream - Tiap orangtua memiliki pola asuh dan membesarkan anak yang berbeda-beda. Sebagai umat muslim, panduan uama kita dalam mengasuh anak adalah meneladani para Nabi pendahulu dalam membesarkan keturunannya.

KH. Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha mengingatkan agar kita selalu memuliakan anak. Mengasuh bukan dengan cara kekerasan, memaksa apalagi menyakiti.
Mengapa memuliakan anak menjadi penting?

Dikutip dari Islami.co, jangan sampai karena orangtua terlampau keras, sehingga anak jadi kecewa dengan sistem Islam yang diterapkan keluarganya sendiri. Sebab anak adalah harapan orangtua untuk melanjutkan kalimat tauhid ke generasi dan keturunan selanjutnya di masa depan.

Gus Baha mengutip doa Nabi Zakaria ketika memohon kepada Allah supaya dikaruniai keturunan sebagaimana tertera di surat Maryam ayat 4:

 Surat Maryam ayat 4

Artinya: " Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai" .

Ayat tersebut merupakan doa Nabi Zakaria yang meyakini bahwa anak merupakan pewaris kalimat tauhid dan ajaran Islam di masa mendatang. Lebih lanjut, Gus Baha menyebutkan bahwa amal saleh yang dilakukan anak sendiri jauh lebih memberi pahala bagi kita, dibandingkan amal saleh dari santri atau murid.

 

Selanjutnya :

Amal Saleh dari Anak

Ternyata Ini yang Bikin Penanganan COVID-19 Terkesan Lambat

Jangan Lewatkan