Pertanda Saat Anak Mulai Kecanduan Video Game

Kecanduan video gae pada anak ternyata menurut WHO merupakan gangguan mental.

Mutia Nugraheni
| 22 Juni 2018 08:03

Dream - Apakah buah hati Anda senang bermain video game? Apakah mereka sering bermain tanpa memerhatikan sekitar? Jika iya, berhati-hatilah karena bisa jadi ia sudah mengalami kecanduan bermain video game.

Gaming disorder atau kecanduan bermain video game termasuk gangguan kesehatan mental pada anak yang mulai banyak terjadi selama beberapa tahun terakhir. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada tiga kriteria utama dalam mendiagnosis gangguan mental ini.

Yaitu bermain video game menjadi aktivitas utama dibanding aktivitas penting lainnya, anak tidak dapat berhenti bermain, dan game menyebabkan adanya gangguan hubungan anak dengan lingkungannya.

Jika anak terus bermain dalam beberapa hari dan kembali normal, ia tidak termasuk dalam kriteria tersebut. Namun, jika ia tak bisa lepas dari video game, selama berjam-jam setiap hari selama 12 bulan terakhir, berhati-hatilah dan berkonsultasilah ke psikolog.

Untuk mencegah terjadinya kecanduan, lakukan aturan dalam hal durasi bermain dengan gadget, seperti televisi, komputer, telepon genggam, atau tablet. Menurut Gina Posner, seorang dokter anak, usia di bawah 18 bulan sebaiknya anak sama sekali tidak diberikan gadget.

" Sementara pada usia di atas 18 bulan hingga lima tahun hanya boleh bermain selama satu jam sehari. Jika usia enam tahun ke atas, bermain dua jam sehari," kata Posner.

Bagi buah hati yang sudah kecanduan bermain, seorang kepala psikolog di Montefiore Medical Center, Simon Rego, mengatakan bahwa selain berkonsultasi dengan psikolog, juga bisa dilakukan terapi langsung oleh orangtua dengan cara berbicara dan mendiskusikan pada anak bahwa bermain video game dapat menimbulkan rasa malas dan hal negatif lainnya.

" Tidak harus langsung berhenti bermain, bisa dimulai dengan mengurangi waktu bermain agar anak bisa perlahan belajar dan beradaptasi dengan perubahan," ujar Rego.

Laporan Dina Nazhifah

Sumber: Huffingtonpost

Topik Terkait :

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa

Jangan Lewatkan