Penting! Ketahui 3 Tanda Saat Anak Sudah Baligh

Seorang anak mulai diwajibkan salat, puasa dan bahkan haji, ketika sudha memasuki usia baligh.

Mutia
| 8 September 2017 12:05

Dream - Anak-anak yang biasa Anda urusi segala keperluannya, menidurkannya dan memanjakannya tentu tak selamanya demikian. Seiring bertambahnya usia, anak akan memiliki kewajiban menjalankan perintah Agama Islam.

Seorang anak diwajibkan salat, puasa dan bahkan haji, ketika berusia baligh. Hal ini sesuai syariat. Tak melakukan ibadah-ibadah yang diwajibkan, maka ia akan mendapat dosa. Lalu kapan anak bisa dikatakan baligh?

Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safinatun Najah menyebutkan ada 3 (tiga) hal yang menandai bahwa seorang anak telah menginjak akil baligh.

 

Penjelasn Syaikh Salim terkait baligh

“ Ketiga tanda baligh tersebut adalah sempurnanya umur lima belas tahun bagi anak laki-laki dan perempuan, keluarnya sperma setelah berumur sembilan tahun bagi anak laki-laki dan
perempuan, dan menstruasi atau haid setelah berumur sembilan tahun bagi anak perempuan”.(lihat Salim bin Sumair Al-Hadlrami, Safiinatun Najah, (Beirut: Darul Minhaj: 2009), hal. 17).

Dalam kitab Kasyifatus Saja, Syaikh Nawawi Al-Bantani secara singkat padat memaparkan penjelasan ketiga tanda tersebut sebagai berikut:

1. Sempurnanya umur lima belas tahun berlaku bagi anak laki-laki dan perempuan dengan menggunakan perhitungan kalender hijriah atau qamariyah. Seorang anak—baik laki-laki maupun perempuan—yang telah mencapai umur lima belas tahun ia telah dianggap baligh meskipun sebelumnya tidak mengalami tanda-tanda baligh yang lain.

2. Tanda baligh kedua adalah keluarnya sperma (ihtilaam) setelah usia sembilan tahun secara pasti menurut kalender hijriyah meskipun tidak benar-benar mengeluarkan sperma, seperti
merasa akan keluar sperma namun kemudian ia tahan sehingga tidak jadi keluar.

Keluarnya sperma ini menjadi tanda baligh baik bagi seorang anak laki-laki maupun perempuan, baik keluar pada waktu tidur ataupun terjaga, keluar dengan cara bersetubuh (jima’) atau lainnya, melalui jalannya yang biasa ataupun jalan lainnya karena tersumbatnya jalan yang biasa.

Penjelasan lengkapnya baca di sini.


Sumber: NU Online

Topik Terkait :

Putri Tanjung Bongkar Rahasia Kenny Austin & Dhea Seto

Jangan Lewatkan