Pelukan Bisa Jadi 'Obat' Efektif Saat Si Kecil Sakit

Perbanyak kontak fisik dengan anak demi meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Mutia Nugraheni
| 11 Januari 2019 10:09

Dream - Anak-anak terutama usia balita kerap kali terserang penyakit. Mulai dari batuk, pilek, hingga demam dan muntah. Sebagai orangtua, tentu kita akan melakukan berbagai cara agar si kecil cepat sembuh dan ceria kembali.

Memberikannya obat mungkin jadi hal yang langsung terlintas saat buah hati terserang penyakit. Selain itu, ada hal yang juga dilakukan. Yaitu peluklah si kecil sesering mungkin.

Dalam sebuah artikel di di jurnal Scientific American, menurut para ahli, otak bayi yang baru lahir haus akan pengalaman, rangsangan dan emosi yang dapat membangun saraf serta meningkatkan volume otak dan menciptakan struktur otak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Development and Psychopathology menemukan bahwa banyak bayi menderita tingkat stres emosional yang tinggi di di panti asuhan Rumania selama 1980-an. Hal ini diduga terkait dengan imunitas yang rendah dan kurang kontak fisik.

" Kurangnya kontak fisik orangtua akan membuat anak mengalami stres. Dan studi ini menemukan, tingkat stres tinggi pada bayi usia delapan bulan pertama memiliki risiko IQ lebih rendah dan tingkat kecemasan yang tinggi," ungkap peneliti, seperti dilansir Step to Health.

Tidak ada yang begitu naluriah, kuat, dan menyembuhkan selain pelukan kasih sayang dari orang yang dicintai. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan koneksi saraf pada bayi.

Para ahli bahkan merekomendasikan hal ini hingga anak-anak berusia empat atau lima tahun. Kebiasaan ini dianggap akan meningkatkan kekebalan tubuhnya. Tetap periksakan ke dokter jika kondisinya mengkhawatirkan, tapi ingat berikan pelukan sebanyak-banyaknya.

Laporan Fitri Syarifah/ Liputan6.com

Jokowi Menanggapi Desakan Pembentukan TGPF kerusuhan Bawaslu

Jangan Lewatkan