Para Guru Berharap Orangtua Segera Hentikan 3 Hal Ini

Demi proses belajar mengajar yang kondusif, para guru sebenarnya ingin agar kebiasaan buruk orangtua ini segera dihentika

Mutia Nugraheni
| 6 Agustus 2017 12:14

Dream - Bagi orangtua anak adalah pusat segalanya. Selalu ingin yang terbaik untuk anak dan rela melakukan apapun. Tapi ini tak selamanya benar. Anak-anak juga butuh melakukan kesalahan untuk belajar.

Mereka juga harus dilatih menghargai proses bukan sekedar hasil. Terutama ketika berada di lingkungan sekolah. Banyak guru yang selalu 'dibayang-bayangi' orangtua. Padahal saat di
sekolah, orangtua harus mempercayakan pengajaran dan pendidikan pada guru.

Demi proses belajar mengajar yang kondusif, para guru sebenarnya ingin agar kebiasaan buruk orangtua ini segera dihentikan.

Mengerjakan tugas anak
Jangan mengira orangtua bisa mengecoh guru dengan mengerjakan pekerjaan rumah anak. Seakan-akan hasil PR tersebut merupakan tulisan tangan anak atau hasil kerja anak.

Mengerjakan PR bukan sekedar hanya agar selesai dan mendapat nilai bagus. Melalui PR, sekolah sebenarnya mengajarkan anak bertanggung jawab, mengatur waktu agar disiplin,
konsentrasi dan bisa belajar bersama orangtua. Bukan malah mengambil alih tanggung jawabnya.

Berkonsultasi soal anak di waktu pagi
Mungkin pagi hari adalah momen saat orangtua mengantarkan anak ke sekolah. Bisa langsung bertatap muka dengan guru untuk berkonsultasi seputar perkembangan anak. Tapi hal ini
sebenarnya sangat tidak efektif.

Kelas akan dimulai, guru-guru juga menyiapkan bahan ajar. Belum lagi anak-anak berkeliaran. Pembicaraan jadi tidak efektif. Jika memang ingin berkonsultasi, sebaiknya atur waktu, buat janji agar bisa langsung melakukan pembicaraan secara detail soal anak. Jauh lebih efektif, dibanding dilakukan pagi hari.

Membiarkan anak membawa mainan ke sekolah
Untuk anak playgroup dan TK, mungkin mereka punya mainan favorit. Tapi sekolah sudah menyediakan segala macam mainan edukatif dan menyenangkan untuk mereka.
Membawakannya mainan hanya akan 'merusak' suasana kelas. Bisa membuat anak lain jadi iri, belum lagi jika suara mainan berisik. Akan sangat menganggu aktivitas belajar mengajar di
kelas.

Sumber: Purewow

 

 

Topik Terkait :

Nagita Positif hamil Anak Kedua

Jangan Lewatkan