Para Ayah, Jangan Lupa Ajak Main Si Kesayangan

Bukan hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tapi juga psikologisnya.

Mutia
| 2 November 2018 10:09

Dream - Tugas ayah mencari nafkah dan tugas ibu mengurus anak. Konsep tersebut sangat mengakar di masyarakat. Hal ini kemudian berefek pada hubungan ayah dan anak-anaknya menjadi tak berkualitas.

Konsep tersebut tentu saja salah besar. Tugas utama ayah adalah mengurus keluarganya, ini termasuk membuat anak istrinya merasa nyaman dan tenang.

Termasuk memenuhi kebutuhan materi dan psikologis anak-anaknya. Untuk pemenuhan materi, para ayah pasti sudah mengerti dan menjalaninya. Bagaimana dengan pemenuhan aspek psikologis anak?

Pada anak usia dini masih butuh banyak stimulasi bukan hanya dari ibunya, tapi juga ayah. Caranya lewat bermain. Anak-anak yang tumbuh dan bermain bersama seorang ayah, cenderung kuat secara non-verbal dan memiliki nalar spesial yang baik seperti dalam bidang matematika, ilmu pengetahuan dan teknik.

Hal ini dikarenakan, seorang ayah lebih banyak melakukan kegiatan fisik dan beraktivitas di luar serta bermain dengan permainan bersama anak. Direktur Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Tatang Sudrajat mengatakan bahwa peran ayah sangat membantu lebih cepat untuk tumbuh kembang anak.

" Bila ayah membantu dalam hal pendidikan terutama perempuan. Si anak akan menjadi lebih (cerdas),” ujar Tatang, saat ditemui di Alam Sutera, 1 Oktober 2018.

Usahakan untuk selalu meluangkan waktu bermain bersama si kecil. Misalnya, bermain ciluk ba jelang ke kantor, berlarian di taman rumah, jadikan tangan sebagai tempat bergelantungnya.

Bagi yang memiliki anak jelang remaja, tentu akan sulit mengajaknya bermain. Untuk itu perlu inisiatif dari ayah membuat quality time.

" Tentukan waktu-waktu tertentu untuk berkumpul bebas gadget. Bicarakan dan buatlah rencana jalan-jalan bersama anak, agar mereka merasa dilibatkan dan didengar suaranya," ujar Tata.

Laporan Mega Rasmiyati

Topik Terkait :

Polisi Menyita Akun Ahmad Dhani

Jangan Lewatkan