Pandangan Islam Soal Kewajiban Ayah Menafkahi Anak, Bukan Didasari Tuntutan

Kewajiban menafkahi anak ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 33.

Mutia Nugraheni
| 19 Februari 2021 16:02

Didasari Kasih Sayang

Menurut para ulama, kewajiban seorang ayah menafkahi anak bukan kewajiban yang menuntut, melainkan kewajiban yang bersifat muwasah atau kasih sayang. Memang, sejatinya kewajiban nafkah dikhususkan bagi ayah, namun kewajiban menafkahi menjadi gugur jika ibu atau orang lain terlebih dahulu memberikan nafkah kepada anak (tabarru’) untuk keperluan dan kebutuhan sehari-harinya.

Begitu juga kewajiban ayah menafkahi anak menjadi gugur jika anak sudah memiliki harta atau usaha yang bisa mencukupi kebutuhan dirinya. Anak yang sudah bisa mencukupi kebutuhan dirinya tidak wajib dinafkahi oleh ayah, karena anak dalam keadaan seperti itu sudah tidak perlu dikasihani dari segi nafkah oleh ayahnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah berikut;

Cuplikan Kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah

Artinya: Kewajiban menafkahi anak ada empat syarat. Syarat pertama adalah mereka (anak-anak) harus dalam kondisi fakir, tidak punya harta maupun pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan mereka sehingga tidak membutuhkan nafkah dari orang lain. Jika mereka memiliki harta atau pekerjaan, maka mereka tidak perlu diberi nafkah karena nafkah wajib berdasarkan muwasah atau kasih sayang, sementara orang yang mampu tidak perlu dikasihani.

 

Selengkapnya baca di sini.

Wow! Interior Kamar Bayi Para Artis Ini Sangat Super Mewah

Jangan Lewatkan