Orangtua Tak Suka Matematika Ternyata Bisa 'Menularkan' ke Anak

engajarkan anak matematika merupakan tantangan tersendiri.

Mutia Nugraheni
| 24 Oktober 2020 10:18

1. Perhatikan kecenderungan anak

Selalu ada sesuatu yang memicu keharusan mengingatkan anak untuk kesekian kalinya fokus pada tugas, kelas dan hal lainnnya terkait akademik. Ingatlah bahwa karena fokus adalah keterampilan, anak-anak yang lebih kecil tidak selalu memiliki kekuatan otak untuk menyelesaikan suatu tugas.

Rebecca Bransetter, seorang psikolog anak, mengungkap bagian otak anak yang memiliki tugas untuk fokus belum berkembang sepenuhnya. Pada anak-anak yang lebih besar, situasi stres seperti pembelajaran jarak jauh dapat membuat fokus jadi lebih sulit.

"Orang tua terkadang langsung mempermalukan atau mengungkapkan kekecewaan, kemarahan, atau kekesalan tanpa memikirkan sudut pandang anak," kata Bransetter.

Bransetter menyarankan untuk mengingatkan diri sendiri bahwa anak sebenarnya mampu untuk fokus tapi mereka sedang mengalami masa-masa sulit dan perlu dilatih berulang kali untuk menjaga fokusnya.

Ketika orangtua melihat anak tidak fokus, berhentilah untuk memarahi dan ingatkan diri bahwa kemungkinan ada keterampilan perkembangan yang tertinggal atau alasan situasional yang membuat anak kesulitan.

Coba teknik "perhatikan dan jelajahi". Pertama, amati usaha anak, kedua ajukan pertanyaan.

Seperti, "Mama perhatikan kakak/adik mengalami kesulitan saat bikin tugas matematika. Kenapa? Apakah baik-baik saja? Mau dibantu?”. Pertanyaan detail penting diajukan untuk mencari tahu masalah anak. 

 

Selanjutnya :

2. Hindari langsung mencari solusi

Video Podcast #AninBincangSG - Ramadan in Singapore

Jangan Lewatkan