Orangtua Stres, Anak Kerap Jadi Korban Kekerasan di Rumah Saat Pandemi

Seorang ibu menganiaya anaknya yang berusia 8 tahun hingga tewas. Alasannya karena sang anak susah mengerti saat belajar di rumah.

Mutia Nugraheni
| 16 September 2020 08:03

Dream - Rutinitas berubah drastis selama pandemi Covid-19. Anak-anak harus bersekolah dari rumah, ayah pun harus ekstra bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Bagaimana dengan ibu? Tugasnya juga bertambah berkali-kali lipat. Mengurus rumah tangga, mendampingi anak belajar, termasuk juga kewajiban ekonomi bagi ibu bekerja. Hal ini membuat level stres orangtua, terutama ibu meningkat berkali-kali lipat.

Sebuah insiden memilukan baru saja terjadi di Lebak, Jawa Barat. Seorang ibu menganiaya anaknya yang berusia 8 tahun hingga tewas. Alasannya karena sang anak susah mengerti saat belajar di rumah.

Tentunya hal ini membuat miris banyak orang. Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, menjelaskan, kekerasan anak merupakan satu bentuk perilaku yang dengan sengaja menyakiti secara fisik dan atau psikis seorang anak. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk merusak, melukai, dan merugikan anak.

" Dalam masa pandemi virus corona, tingkat kekerasan pada anak memang bisa meningkat. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Tapi, faktor utama yang mungkin memicu tindakan ini adalah kondisi ekonomi," kata Ikhsan.

“ Ketika orang tua stres karena kondisi keuangan yang semakin menipis, mereka jadi melampiaskan rasa marah dan kecewa pada anak,” sambungnya.

 

Selanjutnya :

Perubahan Drastis

Streaming Catat! Ini Cara Menyimpan Uang Rp75 Ribu Agar Tak Mudah Rusak

Jangan Lewatkan