Orang Mudah Marah Ternyata Bisa Terlihat Sejak Bayi

Orang-orang yang mudah tersulut emosinya atau sering disebut 'sumbu pendek' ini memang kondisi sarafnya berbeda.

Gladys Velonia
| 12 Agustus 2017 17:22

Dream - Komentar pedas di media sosial, bahkan saling hujat. Belum lagi menyinyiri satu sama lain, mudah sekali menghakimi dan tersulut emosi. Mungkin Anda sering berhadapan dengan situasi ini baik di media sosial atau di sekitar lingkungan.

Ternyata, orang-orang yang mudah tersulut emosinya atau sering disebut 'sumbu pendek' ini memang kondisi sarafnya berbeda. Memiliki sedikit cabang-cabang di sarafnya dan hal itu terlihat dari pemeriksaan otak bayi ketika masih dalam kandungan. Fakta tersebut dijelaskan oleh dr. Damar Prasmusinto SpOG, seorang fetomaternal yang memiliki spesialisasi mendiagnosa atau mendeteksi kelainan pada janin (fetus).

" Kalau pertembuhan syarafnya bagus, saat di USG, keliatan di otaknya itu banyak cabang-cabangnya. Jadi ibaratnya kayak hutan belantara. Kalau yang tidak bagus kayak hutan tandus. Kalau syarafnya kayak hutan tandus, biasanya berpikirnya jadi pendek, karena tidak nyambung. Orang nyuri langsung bakar. Pikirannya pendek jadi bertindak begitu," ujar dr. Damar saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia pun menjelaskan anak-anak yang pertumbuhan syarafnya seperti hutan belantara, berlapis panjang dan padat cenderung akan melakukan banyak pemikiran dan pertimbangan sebelum bertidak. Berbeda dengan yang sarafnya tak terlalu banyak bercabang. Kondisi tersebut ternyata dipengaruhi oleh nutrisi kondisi psikologis ibu.

" Pertumbuhan saraf itu dipengaruhi oleh nutrisi. Dari masih janin sampai dia 2 tahun lahir akan terus tumbuh, berkembang terus. Jadi ibu hamil itu harus bahagia. Kalau misalnya dia stres tinggi, nanti akan ada pengaruh dengan zat tertentu misalnya steroidnya jadi tinggi dan masuk ke bayi, jadi menghalangi pertumbuhan saraf itu," kata dr. Damar.

 

Topik Terkait :

Mengenal Tan Malaka dalam 4 menit

Jangan Lewatkan