Momen Usia 2 hingga 7, Anak Mengalami 'Semburan' Perkembangan Otak

Periode kritis pertama perkembangan otak ini dimulai sekitar usia 2 tahun dan berakhir sekitar usia 7 tahun.

Mutia Nugraheni
| 9 Februari 2021 14:03

Dream - Stimulasi bagi anak idealnya terus dilakukan setiap hari. Saat di sekolah stimulasi memang diberikan dengan lebih teraarah. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang saat anak tak bisa sekolah, orangtua lah yang paling berperan dalam memberikan stimulasi demi perkembanga otaknya.

Mengapa? Dikutip dari Edutopia.org, otak anak-anak berkembang dalam mode seperti 'semburan' yang disebut periode kritis. Fase pertama terjadi sekitar usia 2 tahun, lalu yang kedua terjadi selama masa remaja.

" Pada awal periode ini, jumlah koneksi (sinapsis) antara sel-sel otak (neuron) berlipat ganda. Anak usia dua tahun memiliki sinapsis dua kali lebih banyak daripada orang dewasa. Karena hubungan antara sel-sel otak inilah tempat pembelajaran terjadi, sinapsis dua kali lebih banyak memungkinkan otak untuk belajar lebih cepat daripada waktu kehidupan lainnya," ujar Rishi Sriram, associate professor di School of Education at Baylor University.

Oleh karena itu, pengalaman anak dalam fase ini memiliki efek yang signifikan pada perkembangannya. Periode kritis pertama perkembangan otak ini dimulai sekitar usia 2 tahun dan berakhir sekitar usia 7 tahun.

" Ini memberikan peluang utama untuk meletakkan dasar bagi pendidikan holistik bagi anak-anak. Ada cara untuk memaksimalkan masa kritis ini yaitu mendorong kecintaan belajar, berfokus pada keluasan alih-alih kedalaman, memperhatikan kecerdasan emosional, dan tidak memperlakukan pendidikan anak-anak sebagai pendahulu pembelajaran nyata," kata Sriram.

 

Selanjutnya :

Motivasi anak untuk belajar

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan