Menguak Pemicu Fobia Pada Anak

Orangtua ternyata juga bisa menularkan fobia yang dialaminya pada anak.

Mutia
| 17 Maret 2017 13:45

Dream - Anak-anak terutama balita memang memiliki kecenderungan takut terhadap sesuatu. Hal yang paling umum ditakuti anak adalah gelap, serangga atau ketika berpisah dengan orangtuanya.

Tak hanya itu, ada ketakukan lain yang dialami anak dan mungkin bagi Anda sangat aneh. Ada anak-anak yang takung dengan kaus kaki, warna hijau, motif polkadot bahkan donat. Dari
penelitian terungkap 1da 40 fobia yang paling sering terjadi pada anak termasuk takut pada badut dan kucing.

Bahkan terkuak juga ketakutan yang tidak lazim seperti takut pada kancing, saus, dan suara alat makan yang bergesekkan. Dari penelitian diketahui anak-anak di bawah usia 16 tahun,
rata-rata anak memiliki 3 fobia. Rasa takut tersebut cenderung berkembang ketika anak berusia 3 tahun 10 bulan.

" Setiap anak memiliki fobia karena alasan yang berbeda-beda. Beberapa memiliki trauma tapi tidak ada berarti apa-apa. Kebanyakan berasumsi sesuatu akan terjadi kalau hal itu ada di
sekitarnya seperti badut yang tiba-tiba hadir menakutinya di taman," ujar Emma Citron, seorang psikolog anak.

Menurut Emma, ada beberapa penyebab anak bisa menjadi fobia, pemicunya antara lain sebagai berikut.

Insting
Salah satu alasannya adalah karena bisa jadi masih berhubungan dengan evolusi. Sebagai contoh, takut pada ular, hiu, dan laba-laba adalah insting bertahan hidup yang alami karena hewan tersebut berbahaya.

Reaksi orang lain
Reaksi orangtua, kakak atau saudaranya karena ketidaksukaan anak pada sesuatu bisa mengubahnya menjadi fobia. Ada anak yang sebenarnya hanya takut saja pada kumbang misalnya. Tetapi orang-orang di sekitar malah terus menakuti dan dilakukan terus-menerus. Ketakutan anak pun jadi berlebihan.

" Tertular' fobia orangtua
Sebagai orangtua, Anda bisa tidak sengaja meneruskan ketakutan dan fobia pada anak. Penelitian menemukan 7 dari 10 orangtua yang membawa ketakutannya saat kecil hingga
dewasa seperempatnya meneruskannya ke anak-anak mereka.

Usia
Ketika anak bertambah besar dan mengembangkan imajinasinya, dapat berdampak pada ketakutan dan fobianya yang baru. Menurut Anxiety Care UK, berikut ketakutan yang normal
berdasarkan usia anak:
2-4 takut pada hewan, suara kencang, dan ditinggal sendirian.
4-6 ketakutan pada kegelapan dan makhluk khayalan seperti monster dan hantu.
7+ ketakutannya mulai menghilang, tapi pada usia 9-11, anak mulai takut pada sekolah, darah dan bekas luka.

Ada juga 10 fobia yang paling sering dimiliki oleh anak-anak. Fobia tersebut yaitu takut pada laba-laba, gelap, kolong tempat tidur, petir, tawon, sendirian, berisik/ di ruang publik yang ramai, orang menggunakan masker, anjing dan orang asing.

 

Laporan Gemma Fitri Purbaya


Sumber: NetMum

Topik Terkait :

#SusahnyaJadiArtis - Danang & Nilam Bahas Soal Haters

Jangan Lewatkan