Menguak Dampak Pandemi Covid-19 Pada Mental Buah Hati

Pademi membuat seluruh orang dipaksa melakukan adaptasi secara cepat, anak-anak pun demikian.

Mutia Nugraheni
| 12 Agustus 2020 14:04

Dream - Kondisi pandemi membuat anak-anak tak bisa sekolah, termasuk bermain bebas dan melakukan aktivitas untuk tumbuh kembangnya yang optimal. Sejak Maret 2019 hingga kini belum ada tanda-tanda signifikan kasus Covid-19 di Indonesia mereda.

Adaptasi kebiasaan baru harus dilakukan. Seluruh orang dipaksa melakukan adaptasi secara cepat, anak-anak pun demikian. Tak bisa dipungkiri kalau pandemi mengubah banyak hal, termasuk perkembangan mental dan psikologis anak.

Pandemi bukan hanya berdampak negatif, tapi juga positif bagi anak. Perubahan apa saja yang bisa terjadi pada anak karena pandemi? Yuk simak, Ayah Bunda.

1. Anak-anak akan lebih paham teknologi
Apakah buah hati sekarang tahu cara mematikan/ menyalakan mikrofon saat Zoom meeting atau Google meet? Termasuk mengoperasikan aplikasi belajar online dan melakukan persiapan teknis lainnya?

Pandemi membuat anak-anak jadi lebih banyak belajar teknologi. Laptop, PC, tablet, gadget apapun bahkan anak usia TK sudah bisa mengoperasikannya. Mereka jadi lebih melek teknologi.

“ Karena pembelajaran jarak jauh dan waktu tatap muka yang lebih sedikit, anak-anak yang lebih kecil telah belajar cara menggunakan perangkat, aplikasi, dan program yang sebelumnya tidak dapat mereka akses atau gunakan. Sejak awal pandemi, banyak anak secara alami beradaptasi dengan cara baru (virtual) untuk belajar dan bersosialisasi," ungkap Dr. Ann-Louise Lockhart, seorang psikolog anak.

Gadget tampaknya kini harus dilihat sebagai pendukung anak-anak belajar. Orangtua juga harus aktif belajar tekonologi.

 

Selanjutnya :

2. Anak akan lebih cemas dan waspada terhadap interaksi sosial

Cerita dan Music Bersama Ify Alyssa | Online Dream Camp 2020

Jangan Lewatkan