Mendisiplinkan Buah Hati? Jangan Terjebak Mitos

Beberapa cara mendisplinkan ini sering dilakukan orangtua dan hanya mitos belaka karena tidak efektif.

Mutia Nugraheni
| 30 April 2017 12:16

Dream - Tiap orangtua punya cara tersendiri untuk mendisiplinkan anak-anaknya. Satu yang pasti tujuannya agar membentuk pribadi anak yang mandiri dan kuat. Niatnya mungkin baik, tapi kadang cara yang dilakukan malah menimbulkan trauma.

Beberapa cara mendisplinkan ini sering dilakukan orangtua dan hanya mitos belaka karena tidak efektif. Salah satunya adalah memukul area bokong. Sebuah survei pada 2014, 76 persen pria dan 65 persen perempuan setuju bahwa memukul di bokong itu diperbolehkan. Faktanya, menurut penelitian di tahun 2016, memukul di bokong akan membuat perilaku buruk pada anak jangka panjang.

" Hal tersebut berhubungan dengan buruknya kesehatan mental, agresi, dan cenderung antisosial, dan perilaku ini mengindikasi pada kekerasan pada anak. Jangan pernah melakukannya," kata Patricia Field, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari Fatherly.

Ia juga mengungkap kalau teriakan tak efektif untuk mendisplinkan anak. Teriakan hanya akan mengganggu perilaku anak, lebih baik mendekatinya dengan baik-baik dan tenang.

" Dengan begitu anak akan bisa mendengar Anda dengan baik. Selain itu kemarahan dan frustasi hanya akan membuat umpan balik pada emosinya," ujar Field.

Ada juga yang percaya kalau tak boleh bernegosiasi dengan anak karena dianggap bisa 'melemahkan' posisi orangtua. Anak pun bisa jadi sulit diatur karenanya. Hal ini malah bisa jadi sebaliknya.

" Negosiasi bukan berarti orangtua yang menuruti semua keinginan anak, tapi lebih pada agar anak tahu bagaimana menyampaikan kenginan, melakukan penawaran dan mencari alternatif solusi. Anak justru akan belajar banyak hal lewat negosiasi," kata Field.

 

Laporan Gemma Fitri Purbaya

 

Topik Terkait :

Muhasabah bersama Ustaz Erick Yusuf

Jangan Lewatkan