Memukul Anak untuk Mendisiplinkan, Apa Hukumnya dalam Islam?

Nabi Muhammad SAW mencontohkan sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap anak-anak.

Mutia Nugraheni
| 2 Juli 2018 19:41

Dream - Orangtua berperan besar dalam hal mengajarkan kedisiplinan serta ketegasan pada anak. Salah satu metode yang sering dianggap efektif untuk melatih kedisiplinan adalah dengan hukuman fisik, seperti memukul.

Dalam Islam sebenarnya tak diperbolehkan menyakiti anak secara fisik. Nabi Muhammad SAW mencontohkan sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap anak-anak. Termasuk dalam hal mencontohkan menjalankan ibadah salat wajib.

Orangtua dianjurkan untuk mencontohkan ketaaatan dalam beribadah. Sehingga anak diharapkan bisa meneladani dan juga menjadi pribadi yang taat. Penting untuk mengajarkan juga secara terus-menerus penuh kesabaran. Dalam hal mengajarkan salat, Rasulullah pernah berkata:

" Perintahkanlah anakmu salat pada usia tujuh tahun dan pukullah dia karena (meninggalkan)nya pada usia 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka” (HR. Abu Daud no 495 dengan sanad hasan).

Nabi Muhammad juga menekankan kalau harus memukul berupa peringatan, tak boleh dalam keadaan penuh emosi tak terkontrol. Hal ini dikarenakan dengan kondisi tersebut kita bisa lebih sangat parah untuk memukul, sedangkan energi banyak terfokus pada bagaimana meluapkan emosi yang ada.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Topik Terkait :

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian

Jangan Lewatkan