Latih Mental Anak Hadapi Kekalahan dengan Kompetisi

Pihak yang kalah harus menerima dan pemenang harus menghargai yang kalah.

Mutia Nugraheni
| 27 Mei 2019 08:09

Dream - Bersaing, memperebutkan sesuatu atau sejenisnya tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Kompetisi jadi hal penting untuk diajarkan pada anak. Ada yang menang ada yang kalah.

Pihak yang kalah harus menerima dan pemenang harus menghargai yang kalah. Jangan sampai anak tak pernah berada dalam situasi kompetisi, karena hal ini sangat membentuk mentalnya kelak.

Anak perlu dijelaskan keberhasilan dan kegagalan dalam kompetisi adalah murni dari usahanya sendiri. Hal ini penting agar anak tidak mencari pembenaran saat ia mengalami kekalahan, dengan menyalahkan pihak eksternal atas kegagalan yang ia alami.

Dalam kompetisi kalah dan menang adalah hal yang biasa. Maka tugas orang tua adalah memberi pemahaman bagaimana bersikap baik saat menerima kemanangan atau kekalahan dalam kompetisi.

Jika anak menang, berikan apresiasi yang cukup. Dan yang tidak kalah penting, berikan pemahaman dalam mendapatkan kemenangan ada proses untuk mencapai prestasi tersebut. Dengan demikian anak akan belajar menghargai proses. Berikan pujian yang secukupnya agar anak tidak tinggi hati.

Saat anak kalah, biarkan dia mengekspresikan kecewanya. Namun yang perlu diingat biarkan semuanya asal masih dalam batas wajar. Setelah anak tenang, ajak diskusi, evaluasi apa yang perlu diperbaiki dari dirinya. Tanamkan sejak dini untuk memberikan apresiasi pada pemenang. Hal ini membantu anak untuk bersikap sportif.

Pendidikan mental memang perlu dipupuk sejak dini. Satu yang penting jangan jadikan kompetisi yang diikuti anak hanya untuk memenuhi ambisi orang tua.

Laporan Ayu Puji Lestari/ Sumber: Fimela.com

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan