Kunci Menghadapi Perilaku 'Rusuh' Bocah 2 Tahun

Ia sudah mulai banyak bergerak dan kemampuan kognitifnya semakin berkembang.

Mutia
| 10 September 2017 12:23

Dream - Anak-anak usia 2 tahun, kemampuan kognitifnya mulai berkembang pesat. Mereka sudah sangat pintar membaca situasi.

Dalam usia ini, mereka juga mulai bisa melakukan berbagai cara untuk mendapat hal yang diinginkannya. Banyak yang mengistilahkan sikap anak dua tahun yang penuh 'pemberontakan' sebagai trouble two.

Sebenarnya kondisinya tak selalu demikian. Saat usia bayi hingga 1 tahun anak cenderung lebih pasif. Ketika umur 2 tahun, ia sudah mulai banyak bergerak dan kemampuan kognitifnya semakin berkembang. Menghadapi anak yang makin pintar tentu akan makin menantang.

Nah, ada tiga perilaku anak di usia 2 tahun yang seringkali membuat pusing kepala. Apa saja? Yuk cari tahu dan trik menghadapinya.

1. Merengek
Meminta sesuatu sambil memasang muka melas, disertai air mata. Permintaannya ditolak, tapi si kecil terus mendesak. Hal ini jadi 'makanan' sehari-hari. Biasanya baru akan berhenti
setelah dituruti. Ini tandanya si kecil sudah sangat pintar membaca situasi, dan merupakan hal positif.

Bisa menjadi negatif apabila Anda selalu menurutinya. Jika memang yang diminta tak membahayakan mungkin tak masalah.

Tapi jika ia minta bermain gunting, main keluar malam-malam, tak mau tidur tentu tak bisa diikuti begitu saja. Cobalah untuk mengalihkan pada hal lain, misalnya mainan lain atau buku cerita.

Biasanya anak 2 tahun perhatiannya sangat mudah terdistraksi dengan hal yang lebih menarik. Jadi Anda harus pintar-pintar mengalihkan rengekan dengan membuatnya fokus pada hal
lain.

2. Berbohong
Jangan langsung reaktif, marah-marah apalagi sambil berteriak saat tahu anak berbohong. Lebih baik cari tahu kenapa ia berbohong dan katakan bahwa itu hal buruk dan bisa ketahuan
kapan pun.

Misalnya saat ia menyembunyikan cokelat di kursi agar tak 'disita' oleh Anda karena ia tak boleh makan cokelat. Jelaskan secara sederhana alasan mengapa ia tak boleh makan cokelat.
Berbohong juga sebenarnya indikasi kalau kemampuan kognitifnya berkembang pesat.

3. Mengamuk
Untuk yang satu ini terjadi karena emosi anak memang masih belum matang secara psikologis. Orangtua harus pintar-pintar memabca situasi. Misalnya saat mereka mengantuk, lapar,
kepanasan atau hal lain yang membuatnya jadi rewel dan mengamuk.

Trik mengalihkan perhatian bisa dilakukan, tapi jika tak berhasil sebaiknya bawa si kecil ke tempat sepi dan aman baginya untuk berguling-guling atau berteriak. Tenangkan diri dan biarkan anak mengeluarkan emosinya. Setelah ia cukup tenang lalu berikan pelukan. Hibur dia dan kembali alihkan perhatiannya.

Topik Terkait :

Nenek Rocker Laila Sari Meninggal Dunia

Jangan Lewatkan