Kisah Nabi Muhammad Saat Ditinggal Anak Lelakinya

Rasa terguncang beliau rasakan, dan tetap berusaha menjalankan tugasnya sebagai utusan Allah SWT di muka bumi.

Mutia Nugraheni
| 6 Mei 2022 11:12

Dream - Menceritakan kisah-kisah Nabi pada buah hati bisa membuat mereka lebih mengenal utusan Allah SWT di muka bumi. Banyak hikmah yang bisa dipelajari dari kisah Nabi, terutama Nabi kita, Muhammad SAW.

Salah satunya saat beliau sangat sedih tapi cukup tegar, ditinggal anak lelakinya yang meninggal dunia. Dikutip dari NU Online, Nabi Muhammad SAW memiliki tiga orang anak laki-laki.

Dua anak laki-laki merupakan hasil pernikahannya dengan Sayyidah Khadijah, yaitu Sayyidina Al-Qasim dan Sayyidina Abdullah. Riwayat lain menyebut empat, dua orang lainnya adalah at-Thayyib dan at-Thahir. Ada juga yang berpendapat kalau at-Thayyib dan at-Thahir adalah julukan (kunyah) dari Abdullah.

Al-Qasim lahir di Makkah sebelum ayahnya diutus menjadi seorang Rasul. Ia merupakan putra pertama Nabi Muhammad. Oleh karenanya, Nabi dijuluki Abul Qasim (ayahnya Qasim). Namun kebersamaan Nabi Muhammad dengan Al-Qasim tidak berlangsung lama. Ketika usia Al-Qasim dua tahun, Allah memanggilnya pulang. Beberapa tahun setelahnya, Nabi Muhammad baru dikaruniai lagi anak laki-laki lagi yaitu Sayyidina Abdullah.

Dia adalah anak keenam atau terakhir Nabi Muhammad dengan Sayyidah Khadijah, setelah Sayyidah Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Sayyidina Abdullah lahir di Makkah setelah era kenabian. Sama seperti Al-Qasim, Abdullah juga wafat selagi masih kecil.

 

Selanjutnya :

Kesedihan mendalam

Mengenal Sosok Chevra Yolandi, Calon Suami Via Vallen

Jangan Lewatkan