Khitan Pada Bayi Perempuan, Ini Hukumnya dalam Islam

Dalam syariat Nabi Muhammad SAW, khitan disyariatkan oleh beliau.

Mutia
| 7 Februari 2018 13:56

Dream - Kelahiran buah hati kesayangan ke dunia tentunya akan disambut dengan rasa syukur dan kebahagian. Doa-doa penuh pengharapan penuh kebaikan pastinya dipanjatkan para orangtua untuk kelahiran anaknya.

Termasuk menjalankan yang diperintahkan Allah SWT pada sang anak demi kebaikan dan keberkahannya kelak. Salah satunya adalah khitan. Khitan pada bayi perempua, seperti dikutip 
dari NU Online, merupakan bagian dari syariat Nabi Ibrahim AS.

Khitan merupakan representasi dari jiwa pengorbanan dan sekaligus kebersihan. Dalam syariat Nabi Muhammad SAW, khitan disyariatkan oleh Rasulullah SAW dan merupakan ibadah yang 
wajib bagi laki-laki. Tetapi, apakah khitan ini juga wajib bagi perempuan? Dalam hal ini para ulama berbeda pandangan.

Sebagian dari ulama kalangan madzhab Syafi'i menyatakan bahwa khitan itu adalah wajib baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan. Sebagaimana hal ini disampaikan dalam Kitab 
I'anatuth Thalibin.

 Ianatuth Thalibin


Artinya, " Wajib berkhitan bagi perempuan dan laki-laki jika waktu dilahirkan belum keadaan terkhitan."

Dalam kitab Tuhfatul Habib disebutkan bahwa " para santri Imam Syafi'i berkata bahwa sesungguhnya khitan itu wajib setelah dewasa. Namun pelaksanaannya sunah dilakukan saat bayi berusia tujuh hari dari hari kelahirannya" .

Meski demikian, ada juga sebagian ulama yang menyatakan bahwa khitan adalah perkara yang hanya sekadar sunah saja pelaksanaannya untuk perempuan. Dalam Kitab Al-Fatawy Nomor 
Fatwa 68002 disebutkan:

 

 Riwayat Al Fatawy soal Khitan

Artinya, " Pendapat yang unggul adalah bahwasanya khitan itu hukumnya sunah bagi kaum perempuan, tidak wajib."

Selengkapnya baca di sini

Topik Terkait :

Ternyata Rhoma Irama Seorang Vyanisty!

Jangan Lewatkan