Ketakutan Ekstrem Ibu Saat Hamil Tak Boleh Didiamkan

Ibu dianjurkan untuk berkonsultasi intensif bukan hanya dengan dokter kandungan tapi juga psikolog.

Mutia Nugraheni
| 6 Desember 2017 19:19

Dream - Kehamilan bagi beberapa perempuan merupakan pengalaman yang sangat traumatis. Tubuh membengkak, nyeri, mual, sakit kepala, termasuk masalah yang menyertai seperti pendarahan dan menimbulkan trauma persalinan.

Kondisi ini ternyata bisa menjadi sangat parah dan menjadi phobia. Secara medis, ada sebutan khusus untuk perempuan yang sangat takut kehamilan sampai merasa stres dan depresi yaitu
Tokophobia.

Seprti dikutip dari Momjunction, kondisi ini terjadi pada 1 di antara 10 perempuan. Sama seperti halnya ketakutan ekstrem pada laba-laba atau ketinggian, takut dengan kehamilan bisa
mempengaruhi kondisi psikologis seorang perempuan secara signifikan.

" Bukan takut persalinan, tapi memang seperti kekhawatiran luar biasa hingga depresi dengan membayangkan tubuhnya menjadi dua dan ada yang tumbuh di dalam tubuh mereka. Pada
mereka yang mengalami tokophobia, butuh pertolongan segera," ujar Clare Murphy, British Pregnancy Advisory Service.

Banyak yang menganggap kalau ketakutan pada perempuan hamil adalah hal wajar. Terutama jelang persalinan di mana tubuh harus 'siap-siap' merasakan sakit luar biasa akibat kontraksi.
Tapi faktanya tak demikian. Ketakutan yang dirasakan mereka dengan tokophobia adalah ketakutan yang ekstrem.

Jika tak ditangani dengan tepat dengan campur tangan psikolog serta konsultasi menyeluruh bisa meningkatkan risiko baby blues atau depresi pasca melahirkan. Hal ini tentu akan
berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis ibu dan bayi.

" Keinginan bunuh diri bisa muncul kapan saja, termasuk keinginan untuk 'menyingkirkan' bayinya. Jika ada perempuan hamil yang mengungkapkan rasa takutnya, jangan menyepelekan. Minta ia untuk berkonsultasi dengan dokter kandungannya atau langsung dengan psikolog," kata Murphy.

Rasa kekhawatiran berlebihan saat hamil memang sering muncul. Tapi jika dirasa semakin parah, hingga membuat sesak napas, sulit tidur, hingga berhalusinasi, tak boleh didiamkan. Segera cari pertolongan.

Sumber: MomJunction

BERANI BERUBAH: Lepas Gengsi, Jemput Rezeki

Jangan Lewatkan