Kesalahan Finansial yang Kerap Dilakukan Orangtua Baru

Dalam banyak kasus pasangan suami istri tak memiliki latar belakang literasi keuangan yang mumpuni sehingga kerap mengalami masalah keuangan.

Mutia Nugraheni
| 17 Mei 2021 08:07

Dream - Membangun sebuah keluarga seperti juga membangun 'bisnis'. Harus ada perencaan keuangan yang matang, demi memenuhi target-target finansial tertentu. Terutama saat anak lahir ke dunia.

Kebutuhan sehari-hari, sandang, pangan, pangan, tentunya ingin terpenuhi dengan baik. Hal ini bisa terjadii jika ayah dan ibu memiliki perencaan keuangan yang baik. Sayangnya, dalam banyak kasus pasangan suami istri tak memiliki latar belakang literasi keuangan yang mumpuni sehingga kerap mengalami masalah keuangan.

Ada beberapa kesalahan finansial yang sebenarnya bisa dihindari. Hal ini sangat penting diketahui oleh para orangtua baru. Apa saja?

Tak memulai anggaran kehamilan segera setelah menikah
Seperti kita tahu, kehamilan membutuhkan pemeriksaan rutin setiap bulannya. Ini termasuk biaya dokter, vitamin dan kebutuhan ibu sehari-hari, yang juga menguras biaya cukup besar.

Belum lagi biaya persalinan. Bila ingin segera punya anak, buatlah anggaran khusus untuk itu. Bila memang mendapat fasilitas kantor, cari tahu berapa besaran biaya yang dijamin sehingga kita bisa membuat anggaran untuk menutupinya. Jangan sampai saat ibu hamil, tak ada anggaran sama sekali untuk itu.

 

Selanjutnya :

Belanja berlebihan untuk bayi

Viral, Artis dan Mantan Menteri Saling Tuding Insiden Nyerempet Mobil

Jangan Lewatkan