Kenalkan Permainan Tradisional Pada Si Kecil, Seru!

Bermain permainan tradisional akan sangat berdampak positif pada perkembangan fisik dan psikologis anak-anak.

Cynthia Amanda Male
| 21 Maret 2018 16:05

Dream - Istilah anak 'zaman now' kerap kali dikontarkan pada anak-anak yang sudah sangat piawai menggunakan gadget, baik ponsel pintar, laptop maupun gadget. Generasi yang sering disebut milenial ini memang sangat menyukai hal yang berbau teknologi.

Mereka sudah sangat akrab dengan fitur-fitur game, YouTube, hingga aplikasi belajar. Hal ini memiliki sisi positif dan negatifnya. Positifnya mereka mudah beradaptasi dengan teknologi.
Negatifnya, stimulasi motorik dan sensoriknya sangat kurang.

Padahal di usia balita, anak-anak justru harus banyak sekali main di luar rumah. Mereka sebaiknya sangat aktif secara fisik, menyentuh berbagai tekstur dan benda di sekelilingnya.
Menginjak tanah basah, meremas daun, berlarian merasakan angin di kulitnya.

Hal-hal tersebut bisa didapatkan jika si kecil dikenalkan dengan permainan tradisional. Permainan tersebut seperti gobak sodor, main benteng, petak umpet, atau congklak
Melihat fenomena tersebut, PT. Johnson & Johnson dan Combantrin pun mengkampanyekan #JamMainKita.

 Kampanye Jam Main Kita

Sebuah kampanye untuk memicu para orangtua lebih sering mengajak anak-anaknya bermain di luar rumah. Salah satu caranya adalah dengan mengajarkan permainan tradisional.
Kampanye ini digelar Combantrin bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

" Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan Combantrin terhadap program pemerintah, GERMAS (Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat) dan membantu menekan angka prevalensi cacingan," ujar Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT. Johnson & Johnson Indonesia di Pullman Hotel, Rabu, 21 Maret 2018.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengungkap kalau mengenalkan permainan tradisional akan sangat berdampak positif pada anak-anak. Bukan hanya merangsang kemampuan motorik dan kognitif, tapi juga melestarikan budaya.

" Kami berharap #JamMainKita bisa jadi kesempatan untuk memperkenalkan dan mempopulerkan kembali permainan tradisional pada generasi muda. Permainan tradisional juga bisa menjadi media untuk melestarikan nilai budaya dan tradisi daerah," ujar pria yang akrab di sapa Kak Seto ini.

Sebagai rangkaian kegiatan #JamMainKita, Combantrin akan menggelar tempat bermain permainan tradisional saat Car Free Day di Area Silang Timur Monas pada Minggu, 25 Maret 2018 mendatang, pukul 06.00 pagi. Jangan lupa ajak si kecil!

Putus dari Kaesang, Felicia Tissue Menyinggung Keluarga Presiden

Jangan Lewatkan