Ciri-ciri Anak Remaja Alami Gangguan Kecemasan

Seringkali orangtua tak menyadari kalau anak remajanya sedang mengalami serangan cemas.

Reni Novita Sari
| 14 Mei 2020 10:02

Dream - World Health Organisation (Badan Kesehatan Dunia/WHO) menyebutkan, anak remaja saat ini lebih rentan terkena gangguan kecemasan (anxiety disorder). Masa remaja merupakan waktu di mana banyak perubahan dan penyesuaian terjadi baik secara psikologis maupun emosional.

Child Mind Institute Amerika Serikat menyebutkan, bahwa 32,9 persen dari anak-anak dan remaja di seluruh dunia mengalami gangguan kecemasan. Setengahnya dimulai sejak menginjak usia 18 tahun. Dan anak perempuan dua kali lebih mungkin untuk menghadapi gangguan kecemasan atau depresi daripada anak laki-laki.

Mungkin kita berpikir bahwa kecemasan kita itu sepele. Namun jika tidak segera ditangani dengan baik, maka kondisi ini memengaruhi perkembangan anak, pendidikan mereka, dan potensi untuk menjalani kehidupan yang produktif.

Gangguan kecemasan yang dapat menyerang anak di antaranya adalah depresi, kesulitan bersosialisasi, gangguan makan, dan kesulitan belajar.

Sayangnya, banyak anak dengan gangguan kecemasan tersebut yang tidak segera ditangani sehingga dapat bertambah parah. Bagi orangtua, memang sulit untuk mendeteksi gangguan kecemasan pada anak.

Hal tersebut menyebabkan anak tidak mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan. Ditambah lagi jika komunikasi tak berjalan dengan baik. Anak mungkin masih sulit menyampaikan apa yang dirasakannya.

Penting bagi orangtua untuk memahami terlebih dahulu tanda dan gejala kecemasan pada anak remaja.

 

Selanjutnya :

Hal yang Mempengaruhi Level Kecemasan Remaja

Menu Berbuka Puasa Sehat dan Anti Ribet Ala Chef Deny Gumilang

Jangan Lewatkan