Keluhan Anak yang Tak Boleh Disepelekan, Bisa Jadi Tanda Masalah Mental

Hindari menganggap remeh masalah yang dihadapi anak.

Mutia Nugraheni
| 26 Februari 2021 16:03

Sakit Perut dan Ketakutan yang Obsesif

2. Masalah perut
Bellyach adalah keluhan umum anak-anak, tetapi seringnya sakit perut yang tidak dapat dijelaskan oleh sembelit atau intoleransi makanan mungkin memiliki akar psikologis. Penelitian telah lama mengaitkan masalah pencernaan kronis pada anak-anak dengan kecemasan dan depresi.

Saat anak kerap mengeluhkan sakit perut, bisa diperiksa ke dokter. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kalau tak ada masalah, bisa minta dokter untuk merujuk anak ke psikolog atau ke psikiater.

3. Pikiran atau ketakutan yang obsesif
Pada anak-anak yang mungkin mengalami kecemasan, sebuah pikiran menjadi begitu menguras tenaga sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Obsesi umum, terutama pada anak-anak yang juga menderita OCD (obsessive compulsive disorder), adalah keamanan dan kuman.

Seorang anak yang menderita OCD mungkin terpaksa mencuci tangan beberapa kali sehari, seringkali pada saat yang tidak tepat, untuk meredakan kecemasannya. Ketakutan juga dapat merusak rutinitas.

“Biasanya anak-anak yang tersengat lebah mungkin mencoba menghindari lebah tetapi masih bermain dengan normal. Lain halnya ketika ketakutan seorang anak terhadap lebah membuatnya tetap di dalam rumah dan seluruh keluarga mulai mengatur rencana mereka untuk hal itu," ujar Carol Weitzman, M.D., profesor pediatri di Universitas Yale.

4. Tidak tertarik pada kesenangan
Anak-anak memiliki minat yang berbeda-beda, tetapi anak yang depresi tidak terlalu bersemangat tentang apa pun. “Sangat umum untuk melihat ketidakmampuan untuk menemukan kegembiraan, bahkan dalam hal-hal yang dulunya tampak mengasyikkan,” kata Joan Luby, M.D., direktur program perkembangan emosi awal di Sekolah Kedokteran Universitas Washington di St. Louis.

Selanjutnya :

Kecerdasan Emosi Anak Lelaki yang Penting Diajarkan Ayah

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan