Keluhan Anak yang Tak Boleh Disepelekan, Bisa Jadi Tanda Masalah Mental

Hindari menganggap remeh masalah yang dihadapi anak.

Mutia Nugraheni
| 26 Februari 2021 16:03

Perubahan Pria Menjadi Ayah Seperti Tahap Pubertas

Dream - Hadirnya anak ke dunia memang sangat mengubah kepribadian para orangtua. Bukan hanya ibu, tapi juga ayah secara psikologis. Saat seorang pria menjadi ayah, level testosteronnya menurun, oksitosin meningkat, dan siklus tidurnya pun bergeser.

Itu hanya permulaan. Semua perubahan ini dapat menyebabkan pergeseran kepribadian, peningkatan kesabaran dan empati, kerentanan, dan kesedihan. Depresi pascapartum bagi para ayah adalah pengalaman yang umum. Begitu pula dengan kematangan emosional, dan kelembutan dari seorang pria.

Menjadi seorang ayah adalah metamorfosis. Ketika pria menjadi ayah, mereka memasuki fase kehidupan baru, yang sangat berbeda dari yang terakhir.

"Seolah-olah mereka mencapai pubertas untuk kedua kalinya. Ada perubahan hormonal. Begitu juga dengan perubahan emosional. Masyarakat juga memandang secara berbeda. Ayah dan remaja baru memiliki banyak kesamaan," kata Shane Owens, Ph.D, seorang psikolog, seperti dikutip dari Fatherly.

Shane mengungkap kalau dirinya mendapati beberapa pria mengalami pergolakan total saat menjadi seorang ayah. Ini seperti pubertas kedua.

"Perubahan paling besar yang dapat saya pikirkan adalah perasaan bahwa alam semesta jauh lebih besar dan di luar kendali daripada yang kita kira," kata Owens.

Beberapa ayah mengungkap kalau mengalami tingkat kematangan emosional yang paling baik justru bukan saat anak pertamanya lahir. Justru kedewasaan muncul setelah lahirnya anak ketiga.

Peran ayah memang dapat memengaruhi tingkat kedewasaan, penelitian menunjukkan bahwa menjadi ayah yang baru menyebabkan perubahan fisiologis pada pria, meskipun mereka tidak menyadarinya.

Setelah menjadi ayah, kadar testosteron ayah menurun, penulis studi tahun 2016 menemukan. Sebuah tinjauan yang diterbitkan tahun lalu menyelidiki bagaimana penurunan testosteron ini dari sudut pandang evolusi. Pria dengan testosteron rendah cenderung kurang agresif dan lebih tertarik untuk bersarang (berumah tangga dengan baik) daripada berburu pasangan.

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan