Keluhan Anak yang Tak Boleh Disepelekan, Bisa Jadi Tanda Masalah Mental

Hindari menganggap remeh masalah yang dihadapi anak.

Mutia Nugraheni
| 26 Februari 2021 16:03

Dream - Tak ada yang tahu sejauh apa sebuah peristiwa berdampak secara psikologis pada anak. Ada anak yang menyikapinya dengan diam tapi memendam, ada yang mengamuk, ada yang mengalami trauma hebat sampai memicu masalah mental.

Hindari menganggap remeh masalah yang dihadapi anak. Bisa jadi itu berdampak besar pada kesehatan mentalnya. Jika ayah atau bunda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan mental anak, mulailah mendiskusikannya dengan dokter anak.

“ Kami sering membicarakan kekhawatiran ini sebagai 'pink flag' dan bukan 'red flag'," ujar Rahil Briggs, Psy.D.

Ada beberapa 'pink flag' yang bisa jadi sinyal kalau anak memiliki masalah mental. Meskipun gejala berikut tidak selalu merupakan sinyal yang mencolok dari gangguan klinis, tapi bisa menjadi bukti dari adanya masalah yang bisa berkembang jadi lebih serius.

1. Tidur yang tidak teratur
Anak-anak harus tidur, setidaknya sepuluh jam setiap hari. Anak-anak dengan depresi terkadang tampak sangat mengantuk dan tertarik ke tempat tidur pada jam-jam yang tidak biasa.

" Mereka yang mengalami kecemasan, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), atau DMDD sering membutuhkan waktu berjam-jam untuk tertidur dan bangun beberapa kali setiap malam," ujar Brigss.

Bila mendapati anak sulit tidur, saat siang sangat mengantuk dan lebih suka menyendiri di tempat tidur, ini bisa jadi pertanda. Terutama jika anak pernah mengalami kejadian traumatis sebelumnya.

 

Selanjutnya :

Sakit Perut dan Ketakutan yang Obsesif

Prosesi Pernikahan Di Sambut Lemparan Bola Voli Hingga Kendaraan Forklift

Jangan Lewatkan