Keluarkan 'Jurus' Ini Saat Buah Hati Sulit Ikuti Instruksi

Coba terapkan kalimat-kalimat berikut agar buah hati mau mendengar dan memahami.

Mutia Nugraheni
| 14 Agustus 2018 14:12

Dream - Sinar matahari sudah terlihat, jam sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB tapi buah hati tak kunjung beranjak dar tempat tidurnya. Telat ke sekolah terjadi lagi. Padahal kita sudah membangunkannya berkali-kali dengan berbagai cara.

Kondisi ini memang sangat menguji emosi orangtua. Untuk menyiasatinya, mungkin Anda perlu menjalankan trik komunikasi dengan bahasa yang lebih mudah, menarik dan membangun motivasinya.

Cobalah terapkan kalimat-kalimat berikut agar buah hati mau mendengar dan memahami instruksi yang diberikan.

1. " Apa yang perlu diingat? Ada yang tertinggal?
Tinggalkan sementara kalimat 'jangan lupa' atau 'hati-hati'. Ganti dengan pertanyaan untuk mengingatkan. Misalnya " Apa yang perlu dilakukan saat naik di tangga sekolah? atau " Ada yang tertinggal dan tak dimasukkan ke tas? Ini akan membuatnya kembali mengingat apa yang harus dilakukannya dan membuatnya berpikir kritis.

2. " Bicara pelan/ Keluarkan suara lebih lembut ya"
Hindari mengucapkan " jangan berisik" atau " jangan berteriak. Saat si kecil berteriak-teriak dalam rumah atau dalam suasana yang tak seharusnya, bisikka di telingannya dengan suara lembut " Kakak/adik tolong bersuara lebih lembut seperti suara angin ya, biar tak mengganggu. Perpaduan kontak mata, suara lembut dan sentuhan biasanya cukup efektif untuk berkomunikasi dengan si kecil.

3." Kakak/adik mau melakukannya sendiri atau butuh bantuan ibu?
Seringkali saat terburu-buru, orangtua menjadi emosi dan mengulang instruksi berulang kali. Tapi tetap saja anak tak mendengarkannya. Cobalah hindari melontarkan " Mama sudah bilang tiga kali yah, pakai bajunya sekarang!.

Coba ganti dengan " Kita harus cepat karena ditunggu eyang dan jalanan sangat macet, kakak/adik haru cepat ganti baju, mau ganti baju sendiri atau dibantu mama?" . Kadang anak butuh diakui kemampuannya dalam melakukan sesuatu hal. Jika dihadapkan pilihan, mereka biasanya malah tertantang untuk menunjukan kemampuannya sendiri.

4. " Kakak/ adik belajar apa dari kesalahan tadi?"
Jangan lagi katakan " malu dong" atau " bikin repot saja, jadi berantakan semuanya" saat anak melakukan kesalahan. Misalnya saat ia menumpahkan susu atau menjatuhkan buku-bukunya saat berlarian. Lebih tanyakan apa yang dia tahu efek dari perilakunya. Misalnya, 'kakak belajar dari baju yang penuh tumpahan susu?'. Akan snagat baik jika ia menjawab tapi jika diam saja coba jelaskan sebab akibatnya.

Bisa jadi karena ia tak hati-hati, terburu-buru atau minum sambil menonton televisi serta melakukan hal ini. Cara ini membuatnya jadi lebih sadar efek dari apa yang dilakukannya.

Sumber: Motherly

Topik Terkait :

Smartfren Presents Milenial Males Jadi Miliuner Series Eps 1 - Sarjana Ekonomi

Jangan Lewatkan