Kebiasaan Buruk Orangtua yang Bisa Lemahkan Mental Anak

Usahakan untuk menghindari hal-hal berikut.

Mutia Nugraheni
| 3 Mei 2021 08:03

Dream - Kondisi pandemi benar-benar mengubah kehidupan seluruh dunia dalam sekejap. Semua orang mau tak mau harus melakukan adapatasi demi bertahan hidup. Untuk bisa bertahan, tentu dibutuhkan mental yang kuat.

Sebagai orangtua, pandemi merupakan momen penting untuk mengajarkan kekuatan mental pada anak-anak. Penting untuk memupuk ketahanan emosi dan mental pada anak sejak dini.

" Anak-anak yang bermental kuat tidak hanya lebih siap untuk menghadapi masalah masa depan mereka sendiri, tetapi penelitian telah menemukan bahwa mereka juga lebih mungkin untuk terlibat aktif di sekolah dan dalam pekerjaan masa depan mereka," kata Tracy Hutchinson, PhD, seorang psikolog klinis.

Sayangnya, orangtua kerap lupa untuk melatih kekuatan mental anak-anaknya. Hasrat untuk melindungi dan membuat anak selalu nyaman mendominasi. Nyatanya hal tersebut justru berdampak buruk pada ketahanan mental anak.

Apa saja sikap orangtua yang malah bisa melemahkan mental dan ketahanan emosi anak?

1. Meminimalkan perasaan anak
Anak-anak perlu tahu bahwa mengekspresikan dan membicarakan emosi mereka itu sehat. Saat orangtua memberi tahu anak-anak mereka hal-hal seperti " jangan terlalu sedih" atau " ini bukan masalah besar" , kita malah mengirimkan pesan bahwa perasaan tidak penting dan lebih baik untuk menekannya.

" Jika anak menunjukkan ekspresi ketakutan saat ujan dan petir misalnya, coba katakan 'mama tahu kamu takut', kemudian tanyakan kepada mereka apa yang menurutnya bisa membuat kondisinya lebih baik. Ini mengajari anak cara mengelola dan mengatasi emosinya sendiri," ujar Hutchinson.

Tujuannya adalah membantu anak mempraktikkan solusi yang muncul di pikirannya. Mampu mengatasi emosinya sendiri sampai berhasil.

 

Selanjutnya :

Memanjakan dan Selalu Menyelamatkan

Jokowi Resmi Lantik Pengisi Dua Kementerian Baru dan Kepala BRIN

Jangan Lewatkan