Kapan Orangtua Boleh Biarkan Anak Lakukan Kesalahan?

Peringatan dan ucapan mengingatkan terkadang tak efektif bagi anak.

Mutia Nugraheni
| 14 Juni 2021 16:05

Dream - Berkali-kali kita mengingatkan anak untuk mengerjakan tugas sekolah, belajar lebih keras jelang ulangan atau selalu pakai masker saat keluar rumah. Hal ini semacam sudah jadi fitrahnya orangtua, melindungi dan mengingatkan anak dari kesalahan yang bisa berdampak buruk.

Sayangnya, peringatan dan ucapan mengingatkan terkadang tak efektif bagi anak. Contoh kasus, Ani tidak memenuhi kuota tugas sekolah sehingga nilai akhirnya sangat rendah padahal hasil ujiannya cukup tinggi. Ayah atau ibu mungkin selalu mengingatkanya, tapi hal itu akan memberikan pelajaran berharga bagi Ani kalau segala sesuatu baik kesalahan sengaja atau tak disengaja ada konsekuensinya.

" Orangtua kerap ingin mendorong anak-anak menuju kemandirian, tetapi tidak yakin kapan atau bagaimana. Apakah harus diingatkan, didiamkan atau membicarakan konsekuensi, banyak yang bingung memang," kata Sheila Marshall, pakar kedokteran remaja di University of British Columbia.

Menurut Marshall tidak ada patokan usia tertentu ketika orangtua dapat mengharapkan anak-anak mereka sepenuhnya mengelola urusan mereka sendiri. Beberapa anak menerima tanggung jawab baru dan mulai mandiri pada usia 10 tahun, sementara yang lain hingga SMA makan siangnya masih dikemas sang ibu dan selalu diingatkan untuk mengerjakan tugas.

" Beberapa anak kurang berinisiatif, sementara anak-anak sudah bisa mengorganisir kegiatannya dengan baik. Kita harus mengingat temperamen dan kepribadian anak," kata Sarah Rosensweet, pelatih dan pendidik pengasuhan anak di Toronto.

 

Selanjutnya :

Terasa Menakutkan Tapi Harus Dilakukan

Rachel Vennya Sedih Baju Mewah Anaknya Rusak

Jangan Lewatkan