Kakak Adik Suka Bertengkar? Ternyata Ada Manfaatnya

Sesekali cobalah untuk diam, jadi 'pengawas' dari jauh saja dan lihat apa yang terjadi.

Mutia
| 11 Januari 2018 08:05

Dream - Memiliki dua anak atau lebih, kadang membuat kewalahan para orangtua. Apalagi jika usia anak-anak cukup dekat dan seringkali bertengkar. Bisa karena sama-sama mencari perhatian, berebut mainan atau tak mau kalah dalam persaingan.

Tangisan dan teriakan biasanya muncul saat para kakak adik ini bertengkar hebat. Untuk mendamaikan, mau tak mau orangtua pun turun tangan. Namun sesekali cobalah untuk diam dan jadi 'pengawas' dari jauh.

Lihat respons anak-anak ketika mereka terlibat konflik. Bisa saja tanpa orangtua yang jadi 'penengah', anak malah menyelesaikan konfliknya sendiri dengan baik.

" Pertengkaran pada kakak adik ini jika dilihat dari sisi lain sebenarnya mengajarkan banyak hal pada anak-anak. Salah satunya bagaimana mereka bersikap saat terlibat konflik dan menyelesaikannya," ujar Adam Grant, seorang profesor psikologi dari Writes University, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Menurut Adam justru dari pertengkaran saudara atau sibling rivalry memiliki manfaat yang sering tak disadari orangtua. Apa saja?

1. Meningkatkan kreativitas
Kemampuan untuk dapat berargumen sangat diperlukan di kehidupannya nanti. Membatasi anak untuk saling adu argumen hanya akan membatasi daya kreatifvitasnya. Biarkan anak untuk saling berargumen demi meningkatkan kemampuan negosiasi, kompromi serta bertanggung jawab.

2. Menjadi lebih mandiri
Selama pertengkaran tidak diramaikan dengan tindak kekerasan, Anda tidak perlu ikut campur. Di masa depan nanti, anak harus menghadapi berbagai argumen tanpa didampingi oleh orangtua. Dengan terbiasa melakukannya sejak kecil, anak akan jauh lebih mandiri dalam menghadapi konflik.

3. Lebih dewasa
Ketika anak-anak sudah mampu berargumen tanpa didampingi oleh orangtua, mereka akan lebih bijaksana dalam membuat keputusan. Masa kecil merupakan kesempatan untuk membangun tingkat kedewasaannya.

4. Lebih Sukses
Cobalah tengok berbagai pekerjaan dengan tingkat jabatan tinggi seperti CEO. Mereka memiliki satu keahlian yang tidak dimiliki oleh orang lain, yakni lihai dalam bersilat lidah. Agrumen sudah menjadi makanan sehari-hari mereka sehingga mereka tak mudah kalah apabila dihadapi dengan tantangan.

Laporan Annisa Mutiara

Sumber: PureWow

Topik Terkait :

Menteri Susi Pudjiastuti punya prestasi menonjol di kabinet Jokowi

Jangan Lewatkan