Kajian 4 Mazhab, Hukum Ibu Hamil dan Menyusui yang Tak Mampu Puasa

Kondisi ibu hamil dan menyusui berbeda-beda, ada yang tak bisa menjalani puasa secara penuh.

Mutia Nugraheni
| 15 April 2021 08:03

Dream - Momen Ramadan bisa jadi membuat dilema para ibu hamil dna menyusui. Di satu sisi, ingin memastikan buah hati mendapat asupan gizi optimal demi tumbuh kembangnya. Sementara juga ingin menjalani ibadah puasa Ramadan.

Puasa membuat kita memang harus menahan haus dan lapar selama 13 jam. Pada ibu hamil dan menyusui terutama yang memiliki masalah kesehatan hal tersebut cukup berat. Terkait hal ini, ada beberapa pendapat fikih yang penting diketahui para ibu.

Dikutip dari BincangMuslimah, pakar ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih dari Universitas Damaskus, yakni Syekh Wahbah al-Zuhaily menyebutkan ada sembilan keadaan yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa yaitu ketika hamil, menyusui, dipaksa orang lain, bepergian, sakit, jihad, sangat lapar, sangat haus dan tua renta. (Syekh Wahbah al-Zuhahaily, Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, Juz 3, Hal 71)

Menurut beliau perempuan hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa, apabila mereka khawatir akan terjadi mudarat terhadap dirinya atau anaknya, semisal akan lemahnya kecerdasan, meninggal dunia atau sakit.

“ Kekhawatiran ini harus berdasarkan praduga kuat dari pengalaman sebelumnya atau informasi seorang dokter muslim yang mahir lagi adil" . (Syekh Wahbah al-Zuhahaily, Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, Juz 3, Hal 78).

Dalil dibolehkannya mereka untuk tidak berpuasa adalah hadist Nabi Muhammad SAW riwayat Anas bin Malik al-Kabiy :

 Riwayat Anas Bin Malik

“ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menggugurkan kewajiban puasa dan separuh sholat bagi musafir, dan menggugurkan kewajiban puasa bagi perempuan yang hamil dan menyusui.” (Muhammad bin Ali bin Muhammad al-Syaukani, Nail al-Athar Syarh Muntaqa al-Ahbar, Jus 4, Hal 313)

 

Selanjutnya :

Kitab Bidayat al-Mujtahid

Topik Terkait :

Muhasabah bersama Ustaz Erick Yusuf

Jangan Lewatkan