Jenis Hukuman Bagi Anak yang Harus Dihindari Orangtua

Jangan sampai anak tidak belajar dari kesalahan, lalu hubungan dengan orangtua malah merenggang.

Mutia Nugraheni
| 13 September 2021 14:04

Dream - Dalam proses tumbuh kembangnya, anak-anak kerap melakukan kesalahan. Dari hal tersebut anak bisa mengalami banyak hal, misalnya kehilangan barang, kecewa, sedih hingga merugikan orang lain.

Saat anak melakukan kesalahan, sebagai bentuk pembelajaran, orangtua memberikannya hukuman. Hal ini sebagai bentuk pendisiplinan agar anak bisa menyadari kesalahannya dan tak mengulangi lagi. Sayangnya, tak semua hukuman bisa berdampak positif bagi perilaku anak.

Ada beberapa hukuman yang justru berefek sebaliknya, malah berdampak negatif. Hukuman ini disebut hukuman negatif. Apa itu? Yaitu hukuman yang memahami bahwa penambahan, pengurangan, kesenangan, dan rasa sakit adalah semua variabel yang dapat diterapkan secara strategis untuk mengubah perilaku.

Menurut Skinner, sebagian besar hukuman tidak membantu orangtua untuk memodifikasi perilaku anak. “ Saya biasanya mencoba untuk tidak memberi label konsekuensi sebagai hukuman karena memberikan konotasi negatif dan mengimbangi tujuan pembelajaran yang coba kita ajarkan kepada anak,” kata Dr. Rashmi Parmar, seorang psikiater di MindPath Care Centers, dikutip dari Fatherly.

Dengan kata lain, konsekuensi mungkin merupakan cara yang lebih baik untuk membuat anak belajar dari kesalahan. Ada perbedaan antara mengambil sesuatu dari anak seperti menyita gadget saat ia tak membereskan kamar, dalam upaya untuk mengubah perilakunya. Lebih baik cari cara lain yang membuat anak secara langsung merasakan konsekuensinya.

 

Selanjutnya :

Pilih Konsekuensi dengan Hati-hati

Demi Anak Cucu, Luhut Datangi Polda Metro Jaya Terkait Laporan Dua Aktivis HAM - DreamID

Jangan Lewatkan